Tingkatkan Standar Kelayakan Stadion Utama Sumbar, Dinas BMCKTR Kaji Kebutuhan Pendanaan dan Optimalisasi Fasilitas
PADANG— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) terus berupaya mempercepat kesiapan infrastruktur olahraga daerah. Guna memastikan kondisi fisik dan kenyamanan fasilitas publik tetap terjaga, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, ST., MT., turun langsung meninjau Stadion Utama Sumatera Barat, Senin (17/8/2026).
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kadis BMCKTR didampingi oleh Plt. Kepala Bidang Cipta Karya, Febie Yandra, ST., M.Si.. Peninjauan difokuskan pada monitoring menyeluruh terhadap kondisi fisik stadion serta mengidentifikasi kebutuhan pendanaan krusial guna pembenahan fasilitas pendukung agar lebih aman, nyaman, dan representatif bagi berbagai agenda olahraga, khususnya pertandingan sepak bola berskala regional maupun nasional.
Dari hasil inventarisasi di lapangan, pembenahan difokuskan pada penyelesaian fasilitas sanitair di zona Tribun Barat. Selain itu, penataan juga meliputi pemasangan railing (pagar pengaman), toilet, serta akses tangga pendukung di Tribun Utara, Timur, dan Selatan.
Di sela-sela peninjauan, Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST., MT., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sarana olahraga yang memenuhi standar kelayakan dan keselamatan.
"Stadion Utama ini merupakan aset dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat. Melalui peninjauan dan pemetaan kebutuhan anggaran ini, kita ingin memastikan seluruh sarana pendukung—mulai dari aksesibilitas tangga, pengaman, hingga sanitasi di seluruh tribun—berfungsi secara optimal. Harapan kita, stadion ini tidak hanya siap menggelar berbagai event olahraga besar, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan maksimal bagi atlet, penonton, maupun masyarakat luas," ujar Armizoprades.
Langkah preventif dan komprehensif yang dilakukan Dinas BMCKTR Sumbar ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian infrastruktur Stadion Utama Sumatera Barat, sehingga dapat segera dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung geliat olahraga dan pembinaan atlet di Ranah Minang. (SRP)
