Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BPBPK Sumbar Percepat Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana, Distribusi Air Bersih Dioptimalkan


BPBPK Sumbar Percepat Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana, Distribusi Air Bersih Dioptimalkan

SUMATERA BARAT — Upaya pemulihan infrastruktur dan layanan dasar pascabencana di Sumatera Barat terus dipercepat. Kepala BPBPK Sumatera Barat melakukan koordinasi lapangan untuk memastikan proses penanganan berjalan efektif, sekaligus menginventarisasi kerusakan infrastruktur publik yang terdampak bencana.

Sejumlah langkah strategis kini tengah dilakukan, mulai dari pemulihan pasokan air bersih, pembukaan akses yang tertutup material batu, pembersihan bangunan terdampak, hingga penyusunan rencana relokasi terhadap gedung perkantoran yang mengalami kerusakan berat.

Dalam pemulihan layanan air bersih, perbaikan jaringan perpipaan PDAM yang mengalami kerusakan maupun terputus menjadi salah satu prioritas. Selain mempercepat perbaikan jaringan, distribusi air bersih juga dioptimalkan dengan kapasitas sekitar 50 meter kubik per hari menggunakan tiga unit mobil tangki.

Di sisi lain, penanganan akses menuju kawasan terdampak juga terus dilakukan. Sebanyak dua unit alat berat akan dimobilisasi pada Kamis untuk menangani material batu yang menghambat akses. Langkah tersebut menjadi bagian penting agar proses pembersihan dan pemulihan bangunan terdampak dapat segera dilaksanakan.

Berdasarkan hasil asesmen awal, terdapat 11 gedung perkantoran yang terdampak. Pembersihan terhadap bangunan-bangunan tersebut akan dilakukan setelah akses menuju lokasi dipastikan aman dan dapat dilalui oleh petugas maupun peralatan pendukung.

Sementara itu, hasil identifikasi tahap awal juga menemukan empat gedung perkantoran dalam kondisi rusak berat. Keempat bangunan tersebut tidak direkomendasikan untuk direhabilitasi atau direkonstruksi di lokasi semula.

Sebagai tindak lanjut, BPBPK Sumatera Barat perlu memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan lahan yang memungkinkan bagi proses relokasi. Penyiapan lokasi baru tersebut menjadi tahapan penting sebelum pembersihan bangunan terdampak dilakukan secara menyeluruh.

BPBPK Sumatera Barat menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mempercepat penanganan dampak bencana. Selain pemulihan infrastruktur, langkah tersebut diarahkan untuk memastikan layanan dasar masyarakat dapat kembali berfungsi secara optimal, sekaligus mendukung aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat di wilayah terdampak.

Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan, kelancaran akses, keberlanjutan layanan dasar, serta penanganan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana.(SRP)