Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Sekolah ke Sistem Daring
Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Sekolah ke Sistem Daring
PADANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang resmi menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Padang mulai Rabu (16/9/2026). Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap yang kian memburuk di wilayah tersebut.
Langkah darurat ini menindaklanjuti data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang serta laporan pemantauan IQAir pada Rabu pagi pukul 05.00 WIB. Laporan tersebut mencatat kualitas udara di Kota Padang berada pada tingkat Berbahaya dengan angka ISPU mencapai 904.
Sebagai respon cepat, Disdikbud Kota Padang menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.1/29/Dikbud-Pdg/IX/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring Akibat Kondisi Kabut Asap. Melalui aturan ini, proses pembelajaran untuk jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, dialihkan secara penuh ke sistem PJJ/daring mulai Kamis (17/9/2026) hingga Jumat (18/18/2026). Sementara itu, bagi satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, kegiatan persekolahan diliburkan sepenuhnya untuk sementara waktu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi pertimbangan utama di balik keputusan ini.
"Langkah ini kami ambil menindaklanjuti informasi ISPU yang menunjukkan kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Keselamatan serta kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik adalah prioritas utama kami," ujar Yopi.
Meskipun siswa belajar dari rumah, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan (tendik) tetap diwajibkan hadir di sekolah untuk memandu proses PJJ. Pelaksanaan pembelajaran daring diarahkan menggunakan platform digital atau media komunikasi fleksibel yang tidak memberatkan siswa. Keaktifan peserta didik selama sesi PJJ akan dicatat sebagai pemenuhan kehadiran resmi.
Yopi juga mengimbau peran aktif para orang tua dalam mendampingi anak-anak selama masa penyesuaian ini.
"Kami meminta orang tua murid untuk mengawasi anak-anak agar tetap belajar dari rumah, membatasi aktivitas luar ruangan, dan selalu menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan jika terpaksa harus keluar rumah," pungkasnya.(SRP)
