Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langkah Nyata Dispusip Kota Padang Bangun Pelayanan Inklusif untuk Semua


 Langkah Nyata Dispusip Kota Padang Bangun Pelayanan Inklusif untuk Semua

PADANG — Perpustakaan bukan lagi sekadar lorong-lorong sunyi berisikan deretan rak dan buku. Di tangan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), ruang publik ini telah bertransformasi menjadi pusat interaksi sosial yang hangat, setara, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Komitmen kuat tersebut membuah hasil manis. Bertempat di kawasan bersejarah Kota Tua Padang, Sabtu (26/9/2026), Dispusip Kota Padang resmi dianugerahi penghargaan sebagai Pemerhati Disabilitas. Penghargaan bergengsi yang diserahkan oleh Yayasan Rumah Inklusi Padang dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, beserta jajaran pegiat inklusi daerah.

Apresiasi ini menjadi bukti sahih atas dedikasi Dispusip Kota Padang dalam meruntuhkan dinding pembatas akses informasi. Salah satu terobosan nyatanya adalah penyelenggaraan Kelas Bahasa Isyarat berkelanjutan hasil kolaborasi strategis dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang.

Lebih dari Sekadar Tempat Membaca

Melalui program Kelas Bahasa Isyarat, Dispusip tidak hanya menghadirkan kegiatan pembelajaran bahasa visual, tetapi juga membuka kanal komunikasi yang inklusif antara masyarakat umum dengan teman-teman Tuli maupun penyandang disabilitas lainnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menegaskan bahwa perpustakaan modern harus mengambil peran aktif sebagai pendorong kesetaraan sosial. Bagi Dispusip, setiap warga negara memikul hak yang sama untuk mengakses pengetahuan dan merasakan pelayanan publik yang layak.

"Penghargaan ini tentu menjadi kehormatan bagi Dispusip Kota Padang, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat layanan yang inklusif. Bahasa isyarat bukan sekadar keterampilan, melainkan simbol kesediaan kita untuk memahami, menghargai, dan membuka ruang yang setara bagi setiap orang," ungkap Heriza.

Inklusi Nyata, Bukan Sekadar Slogan

Membangun ekosistem yang ramah disabilitas membutuhkan pendekatan menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik, Dispusip Kota Padang giat menggembleng kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) serta mengubah paradigma pelayanan aparatur sipil di lapangannya.

Kerja sama yang erat bersama Yayasan Rumah Inklusi Padang menjadi pilar penting dalam meningkatkan pemahaman para petugas perpustakaan terhadap kebutuhan spesifik penyandang disabilitas.

"Inklusi tidak boleh berhenti pada slogan seremonial. Ia harus hadir dalam tindakan nyata, dalam cara kita melayani, berkomunikasi, dan memastikan tidak ada satu pun warga Kota Padang yang merasa tertinggal," tambah Heriza mantap.

Merawat Budaya Kesetaraan di Kota Padang

Momentum Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 di Kota Tua Padang menjadi pemantik semangat baru bagi Dispusip untuk terus berinovasi. Penghargaan yang diterima bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal untuk memperluas jangkauan kolaborasi dan meningkatkan mutu layanan literasi.

Dengan langkah-langkah konkret yang terus digulirkan, Pemko Padang melalui Dispusip membuktikan komitmennya: menjadikan inklusi sebagai budaya hidup dalam pelayanan publik, di mana setiap individu dengan segala keberagaman dan kemampuannya memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berdaya bersama.(SRP)