Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyemai Harapan di Palembayan: BPBPK Sumbar Resmikan Penandatanganan Kontrak PKE Terintegrasi di Jorong Gumarang


Menyemai Harapan di Palembayan: BPBPK Sumbar Resmikan Penandatanganan Kontrak PKE Terintegrasi di Jorong Gumarang

AGAM, Komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga ke pelosok nagari terus diwujudkan secara nyata. Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat secara resmi menandatangani kontrak pekerjaan Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) Terintegrasi untuk wilayah Jorong Gumarang I dan II, Desa Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Kamis (17/9/2026).

Langkah strategis ini menjadi titik awal dari serangkaian pembangunan infrastruktur pemukiman yang berorientasi langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

Kepala BPBPK Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, menegaskan bahwa pemenuhan sarana dasar merupakan fondasi utama dalam mengikis ketimpangan dan mengangkat taraf perekonomian warga dari cengkeraman kemiskinan ekstrem.

"Kegiatan PKE ini dirancang khusus untuk menyediakan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kami berharap, dengan terpenuhinya akses-akses vital ini, taraf hidup serta kesejahteraan warga di Jorong Gumarang dapat meningkat secara signifikan," ujar Maria Doeni Isa usai prosesi penandatanganan kontrak.

Program PKE Terintegrasi tahun 2026 ini mencakup sejumlah pekerjaan krusial yang menyentuh langsung kebutuhan harian warga, di antaranya:

Pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik - Setempat (SPALD-S) guna menghadirkan lingkungan yang sehat dan higienis.

Pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) demi menjamin ketersediaan air bersih yang layak konsumsi.

Peningkatan Jalan Lingkungan untuk memperlancar mobilitas warga serta rantai ekonomi lokal.

Dengan hadirnya infrastruktur dasar yang representatif dan terintegrasi ini, Jorong Gumarang I dan II siap melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera, inklusif, dan bebas dari kemiskinan ekstrem.

Penulis: Sukra Rahmat Putra