Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyusuri Lorong Asrama: Langkah Komisi IV DPRD Agam Selami Potensi Sekolah Rakyat Dharmasraya


Menyusuri Lorong Asrama: Langkah Komisi IV DPRD Agam Selami Potensi Sekolah Rakyat Dharmasraya

DHARMASRAYA — Kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Agam ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya, Rabu (23/9/2026), menghadirkan suasana berbeda. Lebih dari sekadar agenda formal penyerapan informasi, rombongan legislatif tersebut memilih turun langsung menyusuri koridor sekolah hingga ruang asrama untuk menyapa para siswa.

Pertemuan yang mulanya berlangsung kaku di ruang diskusi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berangsur mencair. Gelak tawa dan percakapan hangat terjalin saat para wakil rakyat bercengkerama tanpa sekat bersama para peserta didik.

Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Agam, Aderia, SP., MM., bersama Ketua Komisi IV, Drs. Ais Bakri, MM. Turut mendampingi Wakil Ketua Komisi IV Erdinal, S.Sis, Sekretaris Komisi IV Suhermi, S.Pd, serta sejumlah anggota komisi dan tim Sekretariat DPRD Agam.

Rombongan disambut hangat oleh jajaran Pemkab Dharmasraya yang diwakili oleh Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Husnul Afra; Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Dikdas, Eri Sofiyanti, ST., MT; serta Kabid Rehabilitasi, Perlindungan, dan Jaminan Sosial Dinsos P3APPKB, M. Kamel, S.Pd.

Mengadopsi Model Akses Pendidikan Inklusif

Fokus utama rombongan Komisi IV DPRD Agam dalam kunjungan ini adalah membedah strategi pengelolaan Sekolah Rakyat. Model pendidikan terintegrasi ini dinilai berhasil memangkas hambatan ekonomi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap memperoleh akses pendidikan dan pembinaan yang layak.

Anggota dewan menggali berbagai aspek operasional, mulai dari tata kelola lembaga, pola pembinaan karakter, manajemen asrama, hingga skema dukungan fiskal daerah dalam menjaga keberlanjutan program.

Di sela agenda ramah tamah, Aderia turut memberikan apresiasi atas capaian pembangunan di Kabupaten Dharmasraya. Secara khusus, ia menyoroti kepemimpinan Bupati Dharmasraya sebagai figur inspiratif sekaligus bupati perempuan pertama di Sumatera Barat.

"Beliau merupakan sosok pemimpin inspiratif yang sukses membawa kemajuan bagi Dharmasraya. Di tengah keterbatasan fiskal, beliau piawai melakukan lobi anggaran ke pemerintah pusat hingga mampu membawa daerah ini bersinar di tingkat nasional," ujar Aderia.

Sentuhan Kemanusiaan di Lorong Asrama

Momen paling berkesan terjadi usai sesi diskusi teknis berakhir. Rombongan tidak langsung beranjak pergi, melainkan melangkahkan kaki menuju area hunian siswa.

Sambil menyusuri lorong-lorong asrama, para anggota dewan menyapa dan memberikan dorongan semangat kepada siswa yang tinggal di sana. Sebagai bentuk perhatian spontan, Aderia turut menitipkan bantuan uang saku sebesar Rp1 juta bagi para siswa melalui ibu asuh asrama putri.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya, Almen, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh rombongan Komisi IV DPRD Agam.

"Ini menjadi suntikan motivasi yang sangat berarti bagi kami para pengajar dan anak-anak di asrama. Perhatian yang diberikan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri," ungkap Almen.

Kunjungan studi banding ini tidak hanya menghasilkan catatan strategis mengenai tata kelola pendidikan inklusif, tetapi juga menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam perumusan kebijakan publik. Melalui sinergi antar-daerah, harapan agar setiap anak memiliki hak dan kesempatan belajar yang setara dapat terus dirawat.(*)