Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RS M. Djamil dan FK Unand Perkuat Sinergi Dukung Akreditasi Prodi Penyakit Dalam Subspesialis


RS M. Djamil dan FK Unand Perkuat Sinergi Dukung Akreditasi Prodi Penyakit Dalam Subspesialis

PADANG — Rumah Sakit M. Djamil Padang terus menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan kedokteran, penelitian, serta pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Sumatera Barat. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui sinergi erat bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) dalam Asesmen Lapangan Program Studi Penyakit Dalam Program Subspesialis oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Student Center Prof. dr. M. Sjaaf pada Kamis (17/9) ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes. Adapun tim asesor LAM-PTKes yang hadir melakukan penilaian terdiri dari Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH, FINASIM; Prof. Dr. dr. Dharma Lindarto, Sp.PD-KEMD, FINASIM; dan Dr. dr. Ria Bandiara, Sp.PD-KGH, FINASIM.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan bahwa sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dan pusat rujukan layanan medis tingkat lanjut, RS M. Djamil mengemban tanggung jawab besar untuk menyediakan lingkungan belajar yang relevan dengan dinamika ilmu kedokteran modern.

"Kami menyadari kualitas lulusan dokter subspesialis sangat ditentukan oleh kompleksitas kasus serta keunggulan teknologi medis yang dipelajari selama masa pendidikan. Oleh karena itu, RS M. Djamil berkomitmen menjadi wahana pendidikan, penelitian, dan pelayanan medis yang terintegrasi," ujar Dovy.

Dovy mengungkapkan, RS M. Djamil terus melakukan transformasi dan pengembangan pada berbagai layanan unggulan. Di antaranya pada bidang nefrologi dan hipertensi, di mana RS M. Djamil kini menjadi salah satu pusat rujukan terapi pengganti ginjal—mulai dari tindakan hemodialisis rutin hingga kesiapan infrastruktur dan tim klinis untuk program unggulan transplantasi ginjal.

Selain itu, pengembangan juga dilakukan pada layanan diabetes, metabolik, dan endokrin secara komprehensif. Layanan ini mencakup penanganan krisis endokrin, pemantauan glukosa berkelanjutan, tata laksana gangguan tiroid dan adrenal kompleks, hingga penanganan kasus adenoma hipofisis secara multidisiplin bersama tim bedah saraf dan THT.

Kehadiran pusat-pusat layanan unggulan berteknologi tinggi ini dinilai memberi nilai tambah signifikan bagi para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Subspesialis. Mereka tidak hanya memperdalam teori akademik, tetapi juga terjun langsung menangani kasus-kasus klinis dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Lebih lanjut, Dovy menegaskan bahwa akreditasi ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan sarana evaluasi objektif agar standar pendidikan medis dan keselamatan pasien (patient safety) dapat berjalan secara harmonis.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FK Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd, menekankan pentingnya ekosistem pendidikan yang kokoh antara rumah sakit dan fakultas. Menurutnya, kolaborasi yang terintegrasi adalah kunci utama dalam mencetak lulusan dokter subspesialis yang kompeten.

Sementara itu, perwakilan Tim Asesor LAM-PTKes, Prof. Dr. dr. Dharma Lindarto, menjelaskan bahwa proses asesmen lapangan dilakukan untuk memverifikasi secara menyeluruh implementasi standar mutu di lapangan, mencakup tata kelola, kualifikasi SDM, sarana prasarana, hingga interaksi pengalaman klinis peserta didik.

Dengan adanya dukungan penuh dari manajemen RS M. Djamil dan sinergi bersama FK Unand, kegiatan asesmen lapangan ini diharapkan dapat mendorong pencapaian akreditasi terbaik sekaligus memacu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.(SRP)