Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RSUP Dr. M. Djamil dan FK Unand Perkuat Edukasi Hipertensi di Puskesmas Andalas



PADANG — Komitmen RSUP Dr. M. Djamil Padang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya berfokus pada layanan kuratif di ruang perawatan, tetapi juga meluas hingga ke lini paling depan lewat upaya promotif dan preventif. Wujud nyata komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar di Puskesmas Andalas, Kota Padang, Selasa (1/9).

Bekerja sama dengan Program Studi Penyakit Dalam Program Subspesialis Peminatan Ginjal Hipertensi FK Unand/RS M. Djamil, Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil menghadirkan pakar ginjal dan hipertensi ternama, Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, K-GH, FINASIM. Kehadirannya memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta mengenai ancaman hipertensi—mulai dari faktor risiko, gejala, hingga penanganan yang tepat.

Dalam pemaparannya, dr. Harnavi menekankan bahwa hipertensi adalah ancaman yang amat berbahaya justru karena sifatnya yang tersembunyi.

“Hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena mayoritas penderitanya tidak merasakan gejala khas sama sekali. Seseorang bisa saja hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa pernah menyadarinya. Oleh sebab itu, deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat krusial, terutama bagi warga yang memiliki faktor risiko,” tegasnya.

Ia memaparkan bahwa kondisi tekanan darah yang memuncak tanpa terkontrol dalam jangka panjang siap mengintai fungsi organ-organ vital. Ancaman penyakit jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal permanen menjadi bayang-bayang komplikasi yang sewaktu-waktu dapat mengancam jiwa.

Guna membendung risiko tersebut, dr. Harnavi mengajak masyarakat menerapkan langkah pengendalian secara holistik. Pengobatan medis dari dokter harus berjalan seiring dengan perbaikan pola hidup sehari-hari, seperti membatasi asupan garam, menjaga berat badan ideal, rajin berolahraga, menghentikan kebiasaan merokok, serta pandai mengelola stres.

“Pengendalian tekanan darah harus komprehensif. Konsumsi obat wajib dilakukan secara disiplin sesuai dosis dan petunjuk dokter. Jangan sekali-kali menghentikan konsumsi obat secara sepihak hanya karena merasa tubuh sudah sehat, tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan tenaga medis,” pesan dr. Harnavi mengimbau.

Melalui ruang edukasi dan interaksi langsung ini, masyarakat Puskesmas Andalas tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga berdialog aktif untuk meluruskan berbagai mitos seputar tekanan darah tinggi.

Langkah proaktif RSUP Dr. M. Djamil Padang ini menegaskan peran strategisnya sebagai rumah sakit rujukan utama yang tak lelah hadir di tengah masyarakat, menebar kesadaran, dan mengajak warga Minangkabau untuk lebih peduli menjaga kesehatan sejak dini.(SRP)