Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Stasiun Lubuk Alung, Simpul Strategis Mobilitas Masyarakat yang Terus Bertumbuh


Stasiun Lubuk Alung, Simpul Strategis Mobilitas Masyarakat yang Terus Bertumbuh

Lubuk Alung- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat peran Stasiun Lubuk Alung sebagai salah satu simpul strategis mobilitas masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman. Tidak hanya menjadi tempat naik dan turun pelanggan, Stasiun Lubuk Alung memiliki posisi penting dalam mendukung konektivitas berbagai layanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar.

Secara operasional, Stasiun Lubuk Alung menjadi titik yang dilalui berbagai layanan kereta api pada koridor Lubuk Alung–Duku, Lubuk Alung–Pariaman, serta Lubuk Alung–Kayu Tanam. Dengan posisi tersebut, stasiun ini menjadi salah satu titik penting yang mendukung pergerakan masyarakat dari kawasan Padang Pariaman menuju Padang, Pariaman, maupun wilayah Kayu Tanam dan sekitarnya.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, frekuensi perjalanan kereta api di wilayah ini juga terus mengalami perkembangan. Pada 2021, KA Pariaman Ekspres melayani 8 perjalanan kereta api per hari. Sejak 2025 hingga saat ini, frekuensinya meningkat menjadi 10 perjalanan per hari. Selain itu, pola operasi KA Lembah Anai juga mengalami perubahan. Sebelumnya, enam perjalanan melayani relasi Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pulang-pergi, sedangkan saat ini enam perjalanan melayani relasi Kayu Tanam–Padang pulang-pergi. Perubahan relasi tersebut turut memperluas akses masyarakat menuju pusat aktivitas di Kota Padang dan berdampak pada meningkatnya potensi pelanggan yang dilayani.

Pertumbuhan aktivitas tersebut tercermin dari volume pelanggan Stasiun Lubuk Alung. Pada Semester I 2021 tercatat 23.268 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 40.418 pelanggan pada 2022, 63.702 pelanggan pada 2023, 77.702 pelanggan pada 2024, dan 86.020 pelanggan pada 2025. Sementara hingga Semester I 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 132.054 pelanggan, atau meningkat sekitar 53,51 persen dibandingkan Semester I 2025.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa peningkatan volume pelanggan dan frekuensi perjalanan tersebut menunjukkan semakin pentingnya Stasiun Lubuk Alung dalam mendukung mobilitas masyarakat.

“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lubuk Alung berjalan seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan pengembangan pola operasi kereta api. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus berkembang. Bagi KAI, kondisi ini menjadi dorongan untuk terus memastikan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Reza.

Selain fungsi pelayanan transportasi, KAI juga melihat adanya potensi pengembangan kawasan Stasiun Lubuk Alung melalui pemanfaatan aset perusahaan secara produktif. Salah satunya melalui optimalisasi lahan di lingkungan sekitar pasar rakyat yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan komersial yang tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keselamatan perkeretaapian. Potensi lainnya adalah pengembangan area parkir serta penyediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dari sisi layanan pendukung, keberadaan Klinik Mediska juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan KAI di kawasan Lubuk Alung. Fasilitas kesehatan tersebut dapat mendukung kebutuhan layanan kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat sesuai dengan layanan yang tersedia.

“Pengembangan Stasiun Lubuk Alung tidak hanya kami lihat dari sisi perjalanan kereta api, tetapi juga dari potensi kawasan dan layanan pendukungnya. Optimalisasi aset, pengembangan fasilitas parkir dan pengisian daya kendaraan listrik, serta keberadaan layanan kesehatan merupakan bagian dari upaya menghadirkan ekosistem yang memberikan nilai tambah. Tentunya seluruh pengembangan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, regulasi, dan kebutuhan masyarakat,” tutup Reza.

Dengan meningkatnya frekuensi perjalanan, bertambahnya volume pelanggan, serta potensi pengembangan kawasan dan layanan pendukung, Stasiun Lubuk Alung memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung konektivitas wilayah Sumatera Barat. KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga keberadaan stasiun dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas di wilayah Padang Pariaman dan sekitarnya.(*)