Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akselerasi Digitalisasi Pelayanan Darah, RS M. Djamil Ditunjuk Jadi Lokus Uji Coba SIM UPD Kemenkes RI


 Akselerasi Digitalisasi Pelayanan Darah, RS M. Djamil Ditunjuk Jadi Lokus Uji Coba SIM UPD Kemenkes RI

PADANG — Rumah Sakit M. Djamil Padang resmi ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai salah satu lokus uji coba pengembangan Sistem Informasi Manajemen Unit Pengelola Darah (SIM UPD). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan mutu, kecepatan, dan ketepatan pelayanan darah nasional berbasis digital secara terintegrasi.

Langkah krusial tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja tim gabungan dari Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes, perwakilan RS Kemenkes, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di RS M. Djamil, Jumat (23/10/2026).

Dorong Efisiensi dan Integrasi SATUSEHAT

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, dr. Yanti Herman, S.H., M.H.Kes., menjelaskan bahwa digitalisasi pengelolaan pelayanan darah merupakan kebutuhan mutlak di tengah kompleksitas tantangan kesehatan saat ini.

"Digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap proses mulai dari administrasi pendonor, pengelolaan data, hingga distribusi darah ke pasien berjalan lebih efektif, efisien, aman, dan akuntabel," tegas dr. Yanti secara virtual.

Sistem yang mengacu pada operasional teruji di RSUP Dr. Sardjito ini dirancang untuk memiliki standar seragam di seluruh Unit Pengelola Darah se-Indonesia dan terkoneksi langsung dengan platform SATUSEHAT. Selain mempercepat pelayanan dan komunikasi antarbagian, SIM UPD disiapkan sebagai basis data medis nasional guna mendukung pendidikan, penelitian, dan pengembangan pelayanan kesehatan.

Pengembangan sistem ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Tim Transformasi Digital Kesehatan (TTDK) serta sejumlah rumah sakit rujukan nasional seperti RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, RSUP Persahabatan, dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.

Komitmen RS M. Djamil Tingkatkan Kualitas Layanan

Menanggapi kepercayaan tersebut, Direktur Medik dan Keperawatan RS M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyambut baik penunjukan ini sebagai momentum evaluasi dan optimalisasi alur pelayanan darah di rumah sakit.

"Penunjukan ini adalah peluang besar bagi RS M. Djamil untuk mengevaluasi alur kerja dan mengadopsi teknologi digital secara maksimal. Keberhasilan implementasi ini tentu membutuhkan sinergi kuat antara manajemen, tenaga kesehatan, hingga tim IT," ujar Dr. Bestari yang didampingi Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo.

Tinjau Langsung Alur Kerja di Lapangan

Rangkaian kegiatan penunjukan uji coba diisi dengan pemaparan kebijakan pelayanan darah nasional, roadmap strategi SIM UPD, serta demonstrasi fitur dan mekanisme kerja sistem.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan lapangan (site visit) langsung ke Unit Pengelola Darah RS M. Djamil untuk melihat kesiapan operasional, mencocokkan alur kerja produk darah di lapangan dengan pencatatan digital, serta memastikan integrasi sistem dapat berjalan optimal tanpa hambatan.

Melalui kolaborasi ini, RS M. Djamil berkomitmen menjadi pelopor dalam menghadirkan pelayanan darah yang aman, transparan, dan terintegrasi demi keselamatan serta kepuasan pasien.(SRP)