BPJN Sumatera Barat Genjot Preservasi Jalan dan Jembatan Sepanjang 59,47 Kilometer di Kepulauan Mentawai
BPJN Sumatera Barat Genjot Preservasi Jalan dan Jembatan Sepanjang 59,47 Kilometer di Kepulauan Mentawai
Padang — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, lewat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur yang handal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan preservasi jalan dan jembatan pada ruas vital Toa Pejat-Rokot-Sioban-Katiet sepanjang 59,470 kilometer.
Proyek strategis ini dirancang khusus guna menjaga kemantapan jalan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi arus barang di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan preservasi ini dibagi ke dalam tiga jenis penanganan utama untuk memastikan efektivitas penataan infrastruktur. Ketiga jenis penanganan tersebut meliputi:
Pemeliharaan rutin sepanjang 49,830 kilometer.
Penunjangan (holding) sepanjang 6,220 kilometer.
Rekonstruksi jalan sepanjang 3,420 kilometer.
Lebih rinci, pada pekerjaan pemeliharaan rutin, penanganan difokuskan pada perbaikan perkerasan menggunakan Asbuton campuran panas hampar dingin serta perbaikan perkerasan beton semen. Sementara itu, pekerjaan penunjangan (holding) mencakup perbaikan lapis fondasi agregat Kelas A, perbaikan perkerasan Asbuton campuran panas hampar dingin, dan perbaikan perkerasan beton semen demi menjaga fungsi jalan agar tetap optimal.
Adapun untuk pekerjaan rekonstruksi sepanjang 3,420 kilometer, BPJN Sumbar menerapkan standar teknis tinggi menggunakan perkerasan beton semen berkuat lentur (flexural strength/FS) 3,5 MPa dengan ketebalan 15 cm. Struktur perkerasan ini juga diperkuat dengan lapis fondasi bawah berupa beton kurus setebal 10 cm serta timbunan pilihan setebal 20 cm guna menjamin daya dukung dan kestabilan jangka panjang.
Melalui masifnya pengerjaan preservasi ini, BPJN Sumatera Barat berupaya menjaga agar infrastruktur jalan senantiasa fungsional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas. Kehadiran infrastruktur yang prima ini diharapkan mampu mendongkrak konektivitas antarwilayah serta menggerakkan roda perekonomian dan aktivitas sosial warga di sepanjang ruas Toa Pejat-Rokot-Sioban-Katiet.
Apresiasi Masyarakat: Akses Semakin Mulus, Ekonomi Warga Diprediksi Semakin Bergeliat
Langkah sigap BPJN Sumatera Barat dalam merawat dan merekonstruksi ruas jalan Toa Pejat-Rokot-Sioban-Katiet ini disambut dengan antusiasme dan apresiasi tinggi oleh masyarakat setempat. Warga menilai perbaikan infrastruktur ini sebagai angin segar yang sudah lama dinantikan demi menunjang aktivitas harian mereka.
"Kami mewakili masyarakat tentu sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah nyata BPJN Sumatera Barat. Selama ini, mobilitas antarwilayah di Mentawai sangat bergantung pada kondisi jalan darat. Dengan adanya preservasi dan rekonstruksi sepanjang hampir 60 kilometer ini, perjalanan darat menjadi jauh lebih aman, lancar, dan efisien."
Senada dengan hal tersebut, para pelaku usaha lokal dan petani di wilayah Kepulauan Mentawai juga merasakan dampak positif yang signifikan. Distribusi hasil bumi dan barang kebutuhan pokok kini dapat menjangkau berbagai titik dengan lebih cepat tanpa terkendala kerusakan jalan yang parah. Masyarakat berharap sinergi dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan seperti ini terus berlanjut demi pemerataan kesejahteraan di wilayah kepulauan.(SRP)

