Pemko Padang Matangkan Rencana Pembangunan SMKN 11 di Kuranji, Warga Hibahkan Lahan 1,1 Hektar
PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 11 Padang yang berlokasi di Jalan Pasar Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kamis (15/10/2026). Peninjauan lapangan ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan serta memetakan kebutuhan infrastruktur pendukung sebelum proses pembangunan dimulai.
Peninjauan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemko Padang, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malvi Hendri, Kepala Dinas Pertanahan Raf Indria, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, serta perwakilan masyarakat dari Kaum Suku Chaniago.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan bahwa pembangunan SMKN 11 ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan kejuruan, khususnya bagi anak-anak di wilayah Kecamatan Kuranji.
"Kami mendorong agar tidak ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah setelah tamat SMP. Dengan akses pendidikan yang memadai, mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah sesuai minat sekaligus memperoleh keterampilan yang siap pakai di dunia kerja," ujar Yopi.
Yopi menambahkan, salah satu fokus utama saat ini adalah ketersediaan akses jalan menuju lokasi. Oleh karena itu, pihak Pemko Padang akan segera berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait pembagian wewenang dan skema pembangunan.
"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Jika rencana ini ditindaklanjuti, Pemko Padang siap berbagi peran: Dinas PUPR mematangkan akses infrastruktur jalan, sementara penyediaan tanah dibantu oleh Dinas Pertanahan," jelasnya.
Dukungan Penuh Masyarakat Lokal
Rencana pembangunan sekolah kejuruan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengungkapkan bahwa masyarakat kawasan Pasar Lalang, khususnya Kaum Suku Chaniago, telah menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan tanah seluas kurang lebih 1,1 hektar (11.000 m²).
"Masyarakat sangat menginginkan sekolah ini berdiri di Kuranji. Dari hasil diskusi, warga bersedia menghibahkan lahan setuas 1,1 hektar untuk tapak sekolah," ungkap Malvi.
Mengenai skema pengerjaan, Malvi menjelaskan akan ada kolaborasi antara Pemprov Sumbar dan Pemko Padang. Pemprov Sumbar direncanakan menangani fisik bangunan gedung sekolah, sedangkan Pemko Padang bertanggung jawab membuka dan membangun akses jalan menuju lokasi.
Melalui peninjauan dan sinergi lintas pemerintah serta masyarakat ini, Pemko Padang berharap seluruh proses koordinasi dapat berjalan lancar sehingga pembangunan SMKN 11 Padang dapat segera terealisasi demi pemerataan kualitas SDM di Kota Padang.(SRP)
