Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RS M. Djamil Padang Gencarkan Edukasi Waspada Kabut Asap Karhutla untuk Ibu Hamil dan Pasien Kanker


 RS M. Djamil Padang Gencarkan Edukasi Waspada Kabut Asap Karhutla untuk Ibu Hamil dan Pasien Kanker

PADANG — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang terus memperkuat edukasi kesehatan bagi masyarakat guna mengantisipasi risiko kesehatan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini menggelar sosialisasi bertema "Aman di Tengah Asap Karhutla: Panduan untuk Ibu Hamil dan Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Rutin" di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (28/10).

Kegiatan edukasi ini menghadirkan tiga narasumber dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin), yakni dr. Cristya, dr. Legina, dan dr. Miarosalia. Mereka memaparkan bahaya paparan polusi udara, mengenali gejala gangguan kesehatan, serta langkah perlindungan preventif bagi kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan pasien kanker.

Ancaman Tersembunyi di Balik Kabut Asap

Dalam pemaparannya, dr. Cristya menjelaskan bahwa asap karhutla mengandung zat berbahaya seperti particulate matter berukuran 2,5 mikrometer (PM2,5), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), serta senyawa organik beracun yang dapat masuk hingga ke dalam paru-paru.

Paparan jangka pendek dapat memicu iritasi mata, batuk, dan sakit kepala. Namun, masyarakat diimbau untuk mewaspadai gejala berat seperti sesak napas, nyeri dada, bibir kebiruan, atau kelelahan ekstrem yang memerlukan penanganan medis darurat.

Risiko bagi Kelompok Rentan
Ibu Hamil: Polusi udara dapat memicu batuk, memperburuk asma, serta meningkatkan risiko luaran kehamilan yang kurang baik seperti berat badan lahir rendah (BBLR) dan persalinan prematur.

Pasien Kanker: Penurunan daya tahan tubuh akibat penyakit atau kemoterapi membuat pasien kanker lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan. Mereka diimbau untuk tetap disiplin mengikuti jadwal kontrol medis serta berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah jadwal pengobatan.

Panduan Perlindungan Mandiri di Rumah dan Perjalanan

RS M. Djamil membagikan sejumlah langkah strategis untuk meminimalkan dampak buruk kabut asap:

Proteksi Rumah: Tutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi saat asap pekat. Gunakan penyaring udara (air purifier) atau AC dengan mode sirkulasi dalam ruangan. Bersihkan debu menggunakan lap basah untuk mencegah partikel beterbangan.

Hindari Polutan Indoor: Jauhi aktivitas yang memperburuk kualitas udara dalam ruangan seperti merokok, membakar sampah, dan menggunakan obat nyamuk bakar.

Pemilihan Masker yang Tepat: Gunakan masker respirator N95 atau KN95 yang terpasang rapat untuk menyaring partikel halus PM2,5. Masker bedah dan kain memiliki efektivitas yang sangat terbatas.

5 Langkah Aman ke Rumah Sakit:

Cek Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan kondisi tubuh di pagi hari.

Gunakan masker N95/KN95 sejak keluar rumah.

Gunakan kendaraan tertutup dengan AC bersirkulasi indoor.

Bawa perlengkapan esensial (air minum, obat rutin, Buku KIA bagi ibu hamil, atau kartu berobat).

Segera ke IGD jika mengalami tanda bahaya darurat.

Melalui edukasi komprehensif ini, RS M. Djamil berharap kesadaran masyarakat khususnya kelompok rentan semakin meningkat sehingga mampu melindungi diri dan keluarga di tengah ancaman kabut asap karhutla.

Penulis: Sukra Rahmat Putra