Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RSUP Dr. M. Djamil Siapkan 27 Peserta Tugas Belajar, Perkuat SDM dan Akselerasi Transformasi Layanan


 RSUP Dr. M. Djamil Siapkan 27 Peserta Tugas Belajar, Perkuat SDM dan Akselerasi Transformasi Layanan

PADANG — Rumah Sakit Umpan Balik / RSUP Dr. M. Djamil Padang terus memperkokoh kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Menghadapi tantangan dunia kesehatan yang kian kompleks, jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil resmi melepas 27 calon peserta tugas belajar dalam sebuah pertemuan pengarahan di Ruang Rapat Direksi, Jumat (16/10/2026).

Langkah ini menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mendorong pengembangan layanan unggulan, memperkuat kolaborasi multidisiplin, serta mempercepat transformasi rumah sakit secara berkelanjutan.

Keberagaman Jenjang untuk Kebutuhan Strategis

Sebanyak 27 tenaga kesehatan dan profesional lintas bidang difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Rinciannya meliputi:

14 orang jenjang Subspesialis

6 orang jenjang Spesialis

2 orang jenjang Magister (S2)

5 orang jenjang Diploma IV (D4)

Keberagaman program studi ini dirancang secara komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan diagnostik, klinis, hingga tata kelola informasi kesehatan di masa depan.

Direktur Utama: "Bawa Perubahan dan Jadilah Bagian Gerbong Kemajuan"

Dalam pengarahannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menekankan bahwa tugas belajar bukan sekadar peningkatan kompetensi pribadi, melainkan sebuah amanah besar untuk membawa dampak nyata bagi organisasi dan pasien.

"Bapak dan Ibu yang mendapatkan kesempatan ini harus mampu menjadi pendorong perubahan di rumah sakit. Ilmu yang didapatkan hendaknya dibagikan kepada rekan kerja dan memperkuat tim, bukan hanya untuk kemampuan individu. Ketika kembali nanti, saudara sekalian diharapkan menjadi bagian dari gerbong perubahan yang membawa RS M. Djamil semakin maju," tegas Dovy.

Beliau juga menambahkan bahwa pelayanan kesehatan modern membutuhkan sinergi dan pola kerja multidisiplin. Budaya sekat antarprofesi harus dilebur demi terciptanya integrasi layanan yang berfokus pada keselamatan pasien.

Selain itu, penguatan SDM ini menjadi fondasi vital menyongsong Masterplan Pengembangan RSUP Dr. M. Djamil, yang mencakup pembangunan infrastruktur baru seperti Gedung Central Medical Unit (CMU) dan Gedung Rawat Inap Non-JKN yang dijadwalkan mulai dibangun pada tahun 2027.

Orientasi Pengembangan Komprehensif dan Berbasis Riset

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menjelaskan bahwa pemetaan peserta tugas belajar dilakukan secara matang sesuai dengan kebutuhan strategis rumah sakit.

Fokus pengembangan SDM kali ini meliputi:

Penguatan Layanan Spesialistik & Subspesialistik: Meningkatkan kapasitas penanganan kasus-kasus medis kompleks sesuai perkembangan iptek kedokteran terkini.

Penunjang Diagnostik Laboratorium: Meningkatkan ketepatan dan kecepatan proses penegakan diagnosis pasien.

Modernisasi Pengelolaan Data & Informasi Kesehatan: Mendorong digitalisasi rekam medis dan efisiensi tata kelola informasi rumah sakit.

Pengembangan Riset Klinis: Memperkuat pelayanan berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine) dan mendorong inovasi pelayanan.

"Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik atau gelar semata, melainkan dari sejauh mana ilmu tersebut dapat diaplikasikan, ditransfer kepada rekan kerja, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja rumah sakit," pungkas dr. Maliana.

Melalui program pengiriman tugas belajar ini, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat melahirkan SDM yang semakin adaptif, kompeten, dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik berskala regional maupun nasional.(SRP)