Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semangat Sumpah Pemuda: Komitmen RS M. Djamil Melayani dengan Patriotisme dan Empati


Memaknai Sumpah Pemuda di Garda Depan Kesehatan: Komitmen RS M. Djamil Hadirkan Pelayanan Berlandaskan Patriotisme dan Empati

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum refleksi bagi RS M. Djamil Padang untuk terus memperkuat budaya kerja yang humanis. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, semangat nasionalisme diterjemahkan secara nyata ke dalam dedikasi tanpa henti bagi kesehatan masyarakat.

Kemajuan sebuah bangsa seringkali diukur dari deretan gedung pencakar langit, pertumbuhan ekonomi yang stabil, atau adopsi teknologi canggih. Namun, di balik itu semua, fondasi utama dari peradaban yang maju tetaplah kualitas manusia itu sendiri—yakni mereka yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, jiwa pantang menyerah, serta kepedulian sosial yang tinggi.

Nilai inilah yang mengema dengan khidmat pada Rabu (28/10), saat jajaran direksi dan pegawai RS M. Djamil menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Bertindak sebagai inspektur upacara, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, membacakan amanat resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan mengusung tema nasional: “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Menghidupkan Tri-Nilai Utama dalam Dunia Kesehatan

Tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan sebuah kompas moral yang sangat relevan, terkhusus bagi para insan di garda terdepan pelayanan kesehatan. Bagi RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan Kementerian Kesehatan, nilai patriotik, gigih, dan berempati menjelma menjadi pilar utama dalam etos kerja sehari-hari:

Patriotisme dalam Pengabdian Nyata

Cinta tanah air bagi insan kesehatan tidak cukup disuarakan lewat kata-kata. Patriotisme dibuktikan melalui dedikasi profesional dalam melayani masyarakat secara adil dan merata, tanpa memandang latar belakang pasien. Setiap tindakan medis dan layanan yang diberikan adalah bentuk bakti nyata kepada bangsa.

Kegigihan dalam Peningkatan Mutu

Dunia kesehatan terus berkembang dinamis. Sifat gigih dicerminkan melalui semangat seluruh jajaran rumah sakit untuk terus belajar, mengasah kompetensi, berinovasi, serta beradaptasi menghadapi berbagai tantangan demi menghadirkan mutu layanan terbaik.

Empati sebagai Jiwa Kemanusiaan

Sebuah tindakan medis tidak akan bernilai sempurna tanpa pendekatan yang humanis. Di RS M. Djamil, pasien dipandang bukan sekadar angka atau kasus medis, utuh sebagai individu dengan kebutuhan fisik, psikologis, dan emosional. Mendengarkan kecemasan, menghargai martabat, serta memberikan dukungan penuh adalah esensi dari pelayanan yang menyentuh hati.

Sinergi Menuju Pelayanan Kesehatan Paripurna
Dalam amanat yang disampaikan, ditekankan bahwa ketiga nilai tersebut harus berjalan beriringan. “Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.”

Prinsip inilah yang senantiasa dipegang teguh oleh RS M. Djamil dalam membangun ekosistem kerja yang menjunjung tinggi integritas, kolaborasi, dan profesionalisme. Keberhasilan penyembuhan pasien bukanlah hasil kerja satu individu, melainkan buah dari sinergi padat seluruh elemen rumah sakit—mulai dari tenaga medis, paramedis, hingga tenaga pendukung yang bergerak dengan satu tujuan mulia.

Menatap Masa Depan dengan Semangat Melayani

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, RS M. Djamil mempertegas komitmennya untuk terus tumbuh menjadi institusi kesehatan yang bermutu, aman, profesional, dan berorientasi penuh pada kepuasan masyarakat.

Semangat persatuan dan jiwa kepeloporan para pemuda masa lalu kini dihidupkan kembali di ruang-ruang pelayanan rumah sakit: mengabdi dengan patriotisme, berjuang dengan kegigihan, dan merawat dengan ketulusan hati.

“Bermimpilah setinggi langit, bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat namun berlembut hati, generasi yang berani memimpin sekaligus bersedia melayani.” Pesan tersebut menjadi penutup yang menginspirasi seluruh insan RS M. Djamil untuk terus mengulurkan tangan, merawat sesama, dan membangun Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.(SRP)