RS M. Djamil Gelar Webinar Nasional "Djamil Research Connect 1", Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis Bukti
RS M. Djamil Gelar Webinar Nasional "Djamil Research Connect 1", Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis Bukti
PADANG — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi melalui penguatan budaya penelitian, inovasi, dan praktik berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice).
Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Webinar Nasional Djamil Research Connect 1 bertajuk “Connecting Research, Innovation, and Evidence-Based Practice for Better Healthcare” yang diselenggarakan secara daring, Minggu (1/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semarak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RS M. Djamil.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tantangan dunia kesehatan saat ini semakin kompleks. Faktor seperti perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, transformasi digital, pergeseran pola penyakit, hingga tuntutan mutu dan keselamatan pasien menuntut insan rumah sakit untuk senantiasa adaptif dan inovatif.
"Kita menyadari bahwa tantangan pelayanan kesehatan saat ini semakin kompleks. Hal ini mengharuskan kita untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan inovasi," ujar Dr. Dovy.
Ia menegaskan, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) harus berjalan beriringan dengan pengembangan riset dan inovasi. Melalui inisiatif Djamil Research Connect dan Research Class, RS M. Djamil berupaya memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus pusat rujukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
"Kami ingin mendorong agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan langsung ke dalam praktik pelayanan melalui pendekatan evidence-based practice, sehingga memberikan manfaat nyata bagi pasien," tambahnya.
Menurut Dr. Dovy, keunggulan sebuah institusi rumah sakit tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas atau kecanggihan teknologi semata, melainkan juga dari kualitas SDM, budaya keselamatan, kolaborasi lintas profesi, serta kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning) demi menciptakan perubahan positif di unit kerja masing-masing.
Perkuat Jejaring Kolaborasi dan Mutu Layanan
Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menjelaskan bahwa rangkaian program pengembangan SDM ini dirancang sebagai wadah pertukaran ilmu, peningkatan profesionalisme, serta penguatan budaya inovasi.
Penyelenggaraan Djamil Research Connect 1 sendiri memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya:
Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga medis serta tenaga kesehatan.
Memperkuat orientasi mutu dan keselamatan pasien.
Mendorong hilirisasi penelitian, publikasi ilmiah, dan inovasi pelayanan.
Memperluas jejaring kolaborasi dengan institusi pendidikan dan organisasi profesi.
Membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan (continuous learning ecosystem) guna mendukung transformasi layanan kesehatan nasional.
"Penelitian memberikan landasan ilmiah dalam pengambilan keputusan klinis. Dengan penerapan hasil riset yang tepat, tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pasien," jelas dr. Maliana.
Webinar nasional ini menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Ns. Rosi Suriati, S.Kep, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua, dan Adek Suhendra, S.Kep.
Melalui kegiatan ini, RS M. Djamil optimistis budaya meneliti dan berbagi pengetahuan akan semakin mengakar di kalangan insan rumah sakit, sehingga bermuara pada peningkatan kualitas kebijakan, efektivitas tindakan medis, dan keselamatan pasien yang optimal. (*)
