Payakumbuh, SUMATRALINE — Setelah menghilang beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Payakumbuh kembali akan menghidupkan mata pelajaran muatan lokal yang biasanya dikenal dengan pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) di setiap sekolah yang ada di Kota Payakumbuh.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, DR Dasril saat diwawancara media di ruang kerjanya, Kamis (2/5) saat rapat bersama tim pengembangan kurikukum.

“Kita memanfaatkan kurikulum merdeka belajar yang memberi ruang untuk memasukkan mata pelajaran Muatan Lokal, karena ada alokasinya di struktur kurikulum ini,” ujarnya.

Dasril menerangkan pihaknya memasukkan materi muatan lokal di dalam proyek pembelajaran yang akan dilaksanakan di tahun ajaran baru 2022-2023, mulai dari 4 juli 2022 di sekolah-sekolah.

“Kita usahakan minimal di tingkat SD dan SMP,” ujarnya.

Diterangkan Dasril, untuk pembuatan materi pembelajaran muatan lokal ini nantinya akan melibatkan tim pengembang kurikulum sekolah, tim pengembang kurikulum kota, dan dikonsultasikan ke ahlinya perguruan tinggi yang membidangi hal tersebut. Sementara untuk regulasinya minimal dalam bentuk perwako dan diusulkan ke kementerian pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi,” ulasnya.

Bahkan, Dasil juga akan melibatkan stakeholder lainnya dengan meminta masukan dari lembaga adat, KAN, tokoh adat, serta pemerhati adat.

“Kita juga telah menerapkan materi muatan lokal dengan menggelar pelatihan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah di SKB, untuk peserta didik dari pendidikan kesetaraan non formal pada paket C,” ulasnya.

Dengan adanya pelajaran BAM ini, mendukung terhadap misi Wali Kota Riza Falepi ke 5 yakni Mewujudkan Masyarakat Yang Berakhlak Mulia Dan Berbudaya, Berdasarkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top