Memoles Nadi Kota: Ikhtiar BWSS V Padang Menjaga Aliran Banjir Kanal
PADANG – Di bawah naungan langit Padang yang membiru, riak tenang air Banjir Kanal menyimpan cerita tentang kesiapsiagaan. Bukan sekadar aliran air, kanal ini adalah urat nadi yang memproteksi kota dari ancaman luapan kala musim pengujan tiba. Menyadari krusialnya peran tersebut, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP SDA) BWSS V Padang kembali turun ke lapangan, merawat "benteng" pertahanan air ini dengan penuh ketelitian.
Sejak pagi, deretan petugas berseragam biru dan rompi keselamatan tampak kontras di antara hijaunya rerumputan dan abu-abunya bebatuan tanggul. Dengan sepatu bot kuning yang mantap berpijak, mereka menyisir lereng-lereng kanal. Pemandangan ini bukanlah sekadar rutinitas teknis, melainkan sebuah bentuk pengabdian untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga.
Sentuhan Tangan di Balik Kokohnya Tanggul
Dalam balutan suasana yang asri, para petugas terlihat bahu-membahu. Ada yang mengayunkan sabit memangkas rumput liar yang mulai merimbun—memastikan pandangan visual terhadap struktur tanggul tidak terhalang. Di sudut lain, sapu lidi di tangan petugas bergerak lincah, membersihkan sisa-sisa sedimen dan sampah yang berupaya mencuri estetika serta fungsi kanal.
"Pemeliharaan ini adalah investasi keamanan. Kami sebagai masyarakat setiap jengkal infrastruktur ini berfungsi optimal sebelum alam menguji kapasitasnya," celetup salah seorang masyarakat.
Estetika yang Melindungi
Secara visual, pekerjaan ini menciptakan harmoni yang menarik. Hamparan rumput yang baru dipangkas rapi bersanding dengan susunan batu kanal yang bersih, menciptakan lanskap kota yang tidak hanya aman, tapi juga sedap dipandang mata. Air yang mengalir jernih mencerminkan suksesnya kolaborasi antara manusia dan infrastruktur dalam menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.
Upaya yang dilakukan BWSS V Padang melalui Satker OP SDA ini menjadi pengingat penting bagi kita semua: bahwa infrastruktur yang hebat tetap membutuhkan sentuhan pemeliharaan yang tulus. Melalui kerja senyap para pejuang sungai ini, warga Kota Padang bisa bernapas lebih lega, meyakini bahwa aliran air akan tetap berada pada jalurnya, mengalir tenang menuju muara tanpa harus menyapa pintu rumah warga.(SRP)
