Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjaga Nadi Logistik Sumatera: Dedikasi Satker PJN Wilayah II Sumbar dalam Preservasi Jalan Nasional yang Tangguh dan Terintegrasi


SUMATERA BARAT – Di balik mulusnya aspal yang membentang melintasi perbukitan dan lembah di Sumatera Barat, terdapat manajemen infrastruktur yang kompleks dan penuh tantangan. Di bawah kepemimpinan Masudi, ST., MT, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat berhasil membuktikan bahwa tantangan topografi bukanlah penghalang untuk mencapai Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) yang optimal dan menjaga Kondisi Jalan Mantap secara berkelanjutan.

Sinergi Lima Pilar dalam Mitigasi dan Preservasi Menghadapi kontur geografis yang ekstrem dan risiko geoteknik yang tinggi, Masudi menggerakkan lima pilar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai garda terdepan. Fokus utama bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan manajemen aset jalan yang responsif.

Akselerasi Logistik Lintas Provinsi: Melalui PPK 2.1 dan PPK 2.2, Satker PJN II memastikan koridor utama penghubung Riau, Jambi, dan Sumatera Barat tetap fungsional sebagai jalur nadi ekonomi. Penanganan pada wilayah strategis seperti Dharmasraya dan Sitiung dilakukan dengan standar teknis tinggi guna menahan beban kendaraan logistik berat (Over Dimension Over Load).

Ketangguhan di Medan Ekstrem: Tantangan di wilayah perbukitan Solok hingga perbatasan Kerinci dikelola secara presisi oleh PPK 2.3 dan PPK 2.4. Di sini, aspek slope stabilization (stabilitasi lereng) dan drainase jalan menjadi prioritas untuk meminimalisir risiko longsor yang kerap mengancam konektivitas.

Preservasi Preventif untuk Ekonomi Lokal: Melalui PPK 2.5 di jalur Lubuk Selasih – Surian, pendekatan pemeliharaan rutin (routine maintenance) dilakukan secara konsisten guna memperpanjang usia pakai jalan (service life) dan mendukung distribusi hasil bumi masyarakat lokal.

Strategi "Quick Response" dan Inovasi Lapangan Masudi, ST., MT menekankan pentingnya strategi Quick Response. Setiap terjadi anomali cuaca yang berdampak pada kerusakan badan jalan, tim Satker segera melakukan mobilisasi alat berat dan personel untuk melakukan penanganan darurat (emergency response) agar bottleneck pada arus lalu lintas tidak terjadi berlarut-larut.

"Infrastruktur adalah urat nadi ekonomi. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh tim yang mengedepankan aspek technical excellence tanpa mengesampingkan pendekatan humanis kepada masyarakat," tegas seorang tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kinerja tim tersebut.

Menuju Standar Percontohan Nasional Keberhasilan Satker PJN Wilayah II Sumbar dalam menjaga integritas struktural jalan nasional menjadikannya sebagai standar percontohan dalam pengelolaan infrastruktur di wilayah rawan bencana. Dengan kedisiplinan pada quality control dan ketepatan waktu dalam jadwal preservasi, Masudi dan jajaran PPK-nya telah memastikan bahwa jalan nasional bukan hanya sekadar aspal, melainkan jembatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat.

Penulis: Sukra Rahmat Putra