Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

‎Menjemput Pulih di Gurun Laweh: Catatan Goro dan Ikhtiar DLH Padang Pasca-Lara Banjir ‎



‎Padang kembali diuji. Ketika langit yang kelabu menumpahkan keresahannya melalui hujan, beberapa sudut kota harus menanggung beban; bukan hanya air yang menggenang, namun juga lumpur dan sedimen yang tertinggal sebagai "jejak lara" pasca-banjir. Di tengah sisa-sisa material yang menyumbat urat nadi drainase, sebuah geliat kebersamaan muncul sebagai penawar.
‎Sabtu pagi (10/01/2026), di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, suasananya bukan lagi tentang keluhan, melainkan tentang ayunan cangkul dan gerak tangan yang tak lelah. Di bawah komando Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, tim gabungan tidak sekadar datang untuk membersihkan, melainkan untuk mengembalikan martabat lingkungan yang sempat luluh lantak oleh bencana.
‎Bahu-Membahu dalam Satu Tarikan Nafas
‎Instruksi Wali Kota Padang diterjemahkan secara konkret oleh DLH sebagai motor utama pembersihan. Ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata sinergitas lintas instansi. Di Gurun Laweh RT 02/RW 02, lumpur pekat yang semula mengepung permukiman perlahan menyerah di tangan para ASN, personel TNI, BPBD, dan relawan yang menyatu dengan masyarakat.
‎"Kecepatan adalah kunci," tegas Fadelan di sela kesibukan lapangan. Beliau memahami benar bahwa setiap detik drainase tersumbat, maka risiko banjir susulan akan selalu mengintai. Baginya, memastikan air mengalir lancar di saluran-saluran fisik adalah cara terbaik memastikan harapan warga kembali mengalir dalam kehidupan sehari-hari.
‎Melampaui Sekadar Sampah
‎Aksi ini meluas, menembus tumpukan sampah di Kp. APA Kelurahan KPIK hingga titik-titik krusial di Pasa Lalang. Namun, jika kita melihat lebih dalam, yang sedang diangkut oleh armada DLH hari itu bukan hanya sampah dan sedimen. Mereka sedang mengangkut beban kecemasan warga.
‎Kadis Fadelan secara tulus Menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran yang tidak sungkan turun langsung "berkubang" dengan lumpur. Sinergi ini adalah pesan kuat: bahwa Pemerintah Kota Padang hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai kawan bagi masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.
‎Menenun Kembali Harapan yang Bersih

‎Gotong royong ini pada akhirnya adalah sebuah ikhtiar untuk kesehatan. Dengan hilangnya sedimen, risiko penyakit yang kerap membayangi pasca-banjir dapat ditekan. Tujuan akhirnya jelas—mengembalikan rasa aman dan kenyamanan yang sempat terenggut.
‎Melalui aksi ini, DLH Kota Padang di bawah kepemimpinan Fadelan ingin membuktikan bahwa lingkungan yang sehat adalah fondasi bagi kota yang tangguh. Ketika drainase di Nanggalo kembali berfungsi normal dan jalanan kembali bersih, di sanalah letak kemenangan kecil kita atas bencana.
‎Kini, tugas kita adalah merawat apa yang telah dibersihkan. Sebab, menjaga keasrian kota adalah kerja abadi yang menuntut kesetiaan kita semua.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Merawat Lingkungan, Memulihkan Harapan, Mewujudkan Padang Bersih dan Nyaman.

Penulis: Sukra Rahmat Putra