Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nakhoda AKBP Syaiful Wachid di Polres 50 Kota: Membangun Benteng Generasi melalui Sinergi Nagari



LIMA PULUH KOTA – Di bawah kepemimpinan AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., Polres 50 Kota terus menunjukkan transformasi nyata dalam pendekatan keamanan masyarakat. Bukan sekadar penegakan hukum (law enforcement), namun lebih kepada pendekatan hati dan kolaborasi akar rumput.

Hal ini dibuktikan melalui inisiatif terbaru di Nagari Lubuk Batingkok, Kecamatan Harau. Kapolres 50 Kota menginisiasi Deklarasi Anti Narkoba, sebuah langkah strategis untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika langsung dari jantung pemukiman warga.

Sinergi Tanpa Sekat: Polisi dan Nagari
 
Bagi AKBP Syaiful Wachid, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial oleh kepolisian saja. Menurutnya, Kantor Wali Nagari adalah garis pertahanan pertama yang harus diperkuat.

"Kita tidak hanya bicara tentang menangkap pelaku, tetapi tentang bagaimana menyelamatkan masa depan. Sinergi antara Polres, Pemerintah Nagari, dan tokoh adat adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari ancaman narkoba," tegasnya dalam semangat deklarasi tersebut.

Fokus Utama: Menggandeng Pemuda sebagai Garda Terdepan
 
Salah satu poin krusial dalam visi AKBP Syaiful Wachid adalah pemberdayaan pemuda. Ia meyakini bahwa generasi muda bukan hanya obyek perlindungan, melainkan subyek aktif yang harus dilibatkan.

Pencegahan Dini: Mengedukasi masyarakat agar peka terhadap bahaya laten narkoba.

Lingkungan Bersih: Menciptakan ekosistem nagari yang sehat untuk tumbuh kembang anak cucu.

Peran Aktif: Mendorong tokoh adat dan pemuda sebagai filter sosial di lingkungan masing-masing.

Mewujudkan Kamtibmas yang Berkelanjutan
 
Deklarasi yang dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Lubuk Batingkok ini menjadi preseden positif bagi wilayah lain di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan menyatukan elemen kepolisian sebagai penegak hukum, pemerintah lokal sebagai pemangku kebijakan, serta tokoh masyarakat sebagai pilar moral, AKBP Syaiful Wachid optimis ketertiban masyarakat (Kamtibmas) akan terjaga secara organik.

"Langkah ini adalah wujud nyata pengabdian kami. Kami ingin masyarakat merasa aman, dan orang tua merasa tenang karena anak-anak mereka tumbuh di lingkungan yang terlindungi," tambahnya.

Melalui komitmen ini, Polres 50 Kota di bawah arahan AKBP Syaiful Wachid membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral bukan sekadar jargon, melainkan kerja nyata demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.

Penulis: Sukra Rahmat Putra