bukan Sekadar Komandan: Potret Kepemimpinan 'Bapak' di Balik Sosok Dirlantas Polda Sumbar
Kepemimpinan Humanis: Seni Mengetuk Hati di Balik Seragam Bhayangkara
Dalam dunia kepolisian yang sering kali identik dengan ketegasan, kedisiplinan kaku, dan garis instruksi yang dingin, sosok Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Dirlantas Polda Sumbar, muncul membawa warna yang berbeda. Ia membuktikan bahwa efektivitas kepemimpinan tidak hanya lahir dari perintah di atas kertas, tetapi dari kedekatan emosional yang tulus dengan para anggotanya.
Lebih dari Sekadar Komandan
Bagi Kombes Pol Reza, anggota bukanlah sekadar "bawah" dalam struktur organisasi, melainkan keluarga besar yang kesejahteraannya menjadi prioritas. Sikapnya yang rendah hati dan terbuka menciptakan ruang di mana dedikasi dihargai dan kesulitan dirangkul.
Apresiasi dalam Bahagia: Ia tidak segan memberikan dukungan dan apresiasi langsung saat mendengar kabar keberhasilan anggotanya. Hal ini menciptakan motivasi internal yang kuat—bahwa setiap kerja keras diperhatikan oleh pimpinan.
Kehadiran dalam Duka: Ujian sejati seorang pemimpin terlihat saat anggotanya sedang terpuruk. Langkah kakinya yang ringan untuk menjenguk keluarga anggota yang sakit di rumah sakit di Kota Padang baru-baru ini adalah bukti nyata. Ia hadir bukan sebagai formalitas jabatan, melainkan sebagai sosok "bapak" yang memberikan penguatan moril.
Membangun Loyalitas Melalui Empati
Kepemimpinan Humanis: Seni Mengetuk Hati di Balik Seragam Bhayangkara
Dalam dunia kepolisian yang sering kali identik dengan ketegasan, kedisiplinan kaku, dan garis instruksi yang dingin, sosok Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Dirlantas Polda Sumbar, muncul membawa warna yang berbeda. Ia membuktikan bahwa efektivitas kepemimpinan tidak hanya lahir dari perintah di atas kertas, tetapi dari kedekatan emosional yang tulus dengan para anggotanya.
Lebih dari Sekadar Komandan
Bagi Kombes Pol Reza, anggota bukanlah sekadar "bawah" dalam struktur organisasi, melainkan keluarga besar yang kesejahteraannya menjadi prioritas. Sikapnya yang rendah hati dan terbuka menciptakan ruang di mana dedikasi dihargai dan kesulitan dirangkul.
Apresiasi dalam Bahagia: Ia tidak segan memberikan dukungan dan apresiasi langsung saat mendengar kabar keberhasilan anggotanya. Hal ini menciptakan motivasi internal yang kuat—bahwa setiap kerja keras diperhatikan oleh pimpinan.
Kehadiran dalam Duka: Ujian sejati seorang pemimpin terlihat saat anggotanya sedang terpuruk. Langkah kakinya yang ringan untuk menjenguk keluarga anggota yang sakit di rumah sakit di Kota Padang baru-baru ini adalah bukti nyata. Ia hadir bukan sebagai formalitas jabatan, melainkan sebagai sosok "bapak" yang memberikan penguatan moril.
Membangun Loyalitas Melalui Empati
Kehangatan dan cengkerama yang tercipta dalam setiap kunjungannya menunjukkan bahwa tidak ada sekat yang menghalangi komunikasi antara pimpinan dan anggota. Pola kepemimpinan seperti ini sangat krusial dalam institusi Polri, karena:
Meningkatkan Solidaritas: Anggota merasa memiliki sandaran dan dukungan penuh dari pimpinan.
Kesehatan Mental Organisasi: Kepedulian terhadap masalah pribadi/keluarga anggota dapat menurunkan tingkat stres kerja.
Keteladanan: Sikap santun dan peduli ini menjadi contoh bagi personel lain untuk memperlakukan masyarakat dengan cara yang sama humanisnya.
"Kepemimpinan bukan tentang berada di depan untuk memerintah, tapi tentang berada di samping untuk menguatkan, dan di belakang untuk mendukung."
Sosok Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq adalah pengingat bahwa di balik seragam jabatan yang gagah, tersimpan hati yang tetap membumi. Ia tidak hanya mengelola lalu lintas di jalan raya, tetapi juga berhasil mengelola harmoni dan rasa kekeluargaan di internal jajarannya. Inilah wajah kepolisian modern yang kita dambakan: tegas dalam tugas, namun lembut dalam kemanusiaan.
Penulis : Sukra Rahmat Putra
