Membuka Isolasi, Memacu Ekonomi: Sinergi BPJN Sumbar Hadirkan Jembatan Gantung Koto Rawang
PESISIR SELATAN – Komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur kerakyatan di Sumatera Barat terus dipacu. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat tengah merampungkan pembangunan Jembatan Gantung di Koto Rawang, Kabupaten Pesisir Selatan.
Proyek strategis ini ditinjau langsung oleh Anggota DPR RI, Andre Rosiade, bersama Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi, serta Kepala BPJN Sumatera Barat, Friandi. Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan konektivitas warga di wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau.
Progres Lancar, Target Tuntas Agustus
Dibawah pengawalan teknis Satker PJN Wilayah II Sumatera Barat, pembangunan jembatan ini menunjukkan tren positif. Pengerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana dengan mengedepankan standar kualitas dan keamanan yang ketat.
"Alhamdulillah, pembangunan berjalan lancar. Insyaallah, pada Agustus mendatang jembatan ini sudah dapat diselesaikan dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Andre Rosiade dalam sela-sela peninjauannya.
Wujud Komitmen Presiden untuk Sumatera Barat
Pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar urusan semen dan baja, melainkan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kembali Sumatera Barat dari pinggiran. Fokus utamanya adalah meningkatkan aksesibilitas masyarakat perdesaan agar lebih mudah mencapai pusat layanan publik dan pasar.
"Infrastruktur yang baik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga setempat," tambah Andre sembari mengapresiasi gerak cepat jajaran BPJN dalam mengeksekusi instruksi Presiden.
Dampak Bagi Masyarakat
Bagi warga Koto Rawang, jembatan gantung ini adalah harapan baru. BPJN Sumatera Barat melalui PJN II berkomitmen memastikan jembatan ini tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga fungsional dalam memangkas waktu tempuh warga. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi hasil bumi diharapkan lebih cepat, biaya logistik turun, dan denyut ekonomi lokal bergerak lebih kencang.
Dengan rampungnya proyek ini nantinya, BPJN Sumatera Barat kembali membuktikan perannya sebagai ujung tombak pembangunan jalan dan jembatan yang inklusif dan berkelanjutan di ranah Minang.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
