Lentera Kasih di Hari Mulia: Denintel Dam I/BB Sambangi Griya Yatim Dhuafa
MEDAN – Di bawah naungan langit Jumat 06 Maret 2026 yang penuh berkah, jajaran Denintel Dam I/Bukit Barisan kembali merajut tali asih dengan sesama. Bukan melalui derap langkah seragam yang kaku, melainkan melalui sentuhan lembut kepedulian dalam agenda "Sedekah Jumat" yang menyasar anak-anak di Griya Yatim Dhuafa.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, sebuah simfoni pengabdian yang melampaui tugas-tugas teritorial. Pangdam I/BB, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, dalam keterangannya melalui Dandenintel Dam I/BB, Letkol ARM Eddy Saputra Ginting, menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan panggilan hati.
"Sedekah ini adalah bentuk syukur kami atas segala dedikasi dalam menjaga kedaulatan. Di balik ketegasan seragam ini, ada doa-doa dari anak yatim yang ingin kami jemput sebagai bekal spiritual dalam menjalankan tugas negara," ujar Letkol ARM Eddy Saputra Ginting.
Kehangatan di Tengah Kesederhanaan
Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti pertemuan tersebut. Kehadiran personel TNI di tengah-tengah anak asuh Griya Yatim Dhuafa seolah menjadi oase, menghadirkan tawa dan harapan baru di mata mereka yang merindukan sosok pelindung.
Tanggapan Positif dari Pihak Griya Yatim Dhuafa:
Salah seorang pengurus sekaligus perwakilan dari Griya Yatim Dhuafa, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.
"Kami merasa sangat terharu. Kedatangan Bapak-bapak dari Denintel Dam I/BB bukan hanya membawa bantuan materi, tapi juga membawa semangat bagi anak-anak di sini. Melihat figur TNI yang gagah namun begitu peduli dan rendah hati membuat anak-anak kami merasa memiliki orang tua asuh yang hebat. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah yang tak terputus bagi seluruh keluarga besar Kodam I/Bukit Barisan," pungkasnya dengan nada bergetar.
Melalui langkah kecil ini, Denintel Dam I/BB membuktikan bahwa menjaga kedaulatan bangsa juga berarti menjaga senyum di wajah generasi masa depan, terutama mereka yang kurang beruntung.
Penulis : Sukra Rahmat Putra
