Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjaga Nadi Logistik Lintas Selatan, PPK 2.4 Mulai Preservasi Jalan Kambang-Batas Bengkulu ‎



‎PESISIR SELATAN – Upaya menjaga kemantapan jalan nasional di koridor utama penghubung Provinsi Sumatera Barat dengan Jambi dan Bengkulu terus dipacu. Terhitung sejak 16 Maret 2026, proyek preservasi jalan pada ruas Kambang – Indrapura – Tapan – Batas Jambi serta Tapan – Batas Bengkulu resmi dimulai.
‎Langkah ini diambil guna memastikan infrastruktur jalan tetap dalam kondisi prima, mengingat jalur ini merupakan urat nadi logistik dan mobilitas warga yang sangat vital di wilayah pesisir selatan.
Komitmen Infrastruktur Berkelanjutan

‎Pekerjaan ini dipercayakan kepada PT. Anatama Konstruksi Utama sebagai penyedia jasa dengan nilai kontrak sebesar Rp5.828.020.000. Selama 291 hari kalender, atau hingga 31 Desember 2026, tim akan bekerja secara intensif untuk melakukan serangkaian penanganan strategis.
Cakupan pekerjaan dalam paket ini meliputi:
‎Holding: Penanganan dini untuk menjaga fungsionalitas jalan.
‎Pemeliharaan Rutin Kondisi: Perawatan berkala agar kerusakan tidak meluas.
‎Rehabilitasi Minor Jalan: Perbaikan pada titik-titik permukaan jalan yang mulai mengalami penurunan kualitas.
Solusi Drainase: Mengatasi Akar Masalah

‎Salah satu fokus utama PPK 2.4 pada periode ini adalah pembenahan sistem drainase jalan. Menyadari bahwa air adalah "musuh utama" aspal, Gina Tampubolon selaku PPK 2.4 telah merencanakan pembangunan drainase sepanjang 500 meter.
‎Langkah ini merupakan respon teknis atas kondisi saluran lama yang telah mengalami sedimentasi tinggi. Penumpukan material sedimen tersebut selama ini menghambat daya tampung debit air, yang kerap memicu genangan saat intensitas hujan tinggi.
‎"Pembangunan drainase ini bukan sekadar pelengkap, melainkan upaya preventif agar badan jalan tidak cepat rusak akibat luapan air yang tidak tertampung," ungkapnya Senin, (13/04/2026).
Standarisasi Bahu Jalan
‎Setelah infrastruktur drainase rampung, fokus pengerjaan akan berlanjut pada pemeliharaan rutin kondisi bahu jalan. Sesuai dengan standar badan jalan nasional, pengerasan dan perataan bahu jalan akan dilakukan untuk memberikan ruang aman bagi pengendara serta menjaga estetika dan fungsi teknis jalan secara keseluruhan.
‎Melalui sinergi antara pengawasan ketat dan eksekusi lapangan yang tepat waktu, proyek preservasi ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan ekstra bagi masyarakat, sekaligus memperpanjang usia pakai jalan nasional di wilayah perbatasan tiga provinsi tersebut.(*)