RSUP Dr. M. Djamil Padang Akselerasi Standar Layanan Nasional: Menuju Pusat Rujukan Darah Berbasis CPOB dan Transplantasi Organ Terintegrasi
PADANG – RSUP Dr. M. Djamil terus mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif pelayanan kesehatan rujukan nasional di wilayah Barat Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, rumah sakit ini kini fokus melakukan penguatan pada dua pilar medis strategis: Pelayanan Darah dan Transplantasi Organ.
Langkah nyata ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan melalui kunjungan kerja Tim Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan pada Jumat (17/4). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Yanti Herman, SH, M.HKes, bertujuan untuk melakukan supervisi dan pembinaan guna memastikan implementasi kebijakan layanan rujukan berjalan sesuai standar mutu tertinggi.
Kematangan Institusi Lewat Layanan Unggulan
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan bahwa pelayanan darah dan transplantasi organ bukan sekadar prosedur medis biasa, melainkan indikator kematangan sebuah institusi kesehatan.
"Di dalamnya tidak hanya berbicara tentang tindakan medis, tetapi juga menyangkut sistem yang terintegrasi, tata kelola yang akuntabel, kepatuhan regulasi, serta kesiapan SDM unggul yang didukung sarana prasarana berstandar internasional," ujar Dr. Dovy.
Terkait transplantasi organ, khususnya ginjal, Dr. Dovy menyoroti dimensi kemanusiaan yang mendalam. Layanan ini menjadi harapan baru bagi pasien gagal ginjal kronis, meski dalam pelaksanaannya menuntut ketelitian tinggi dari aspek klinis, etik, hingga hukum.
Target 2026: Sertifikasi CPOB Nasional
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah target ambisius Unit Produksi Darah (UPD) RSUP Dr. M. Djamil. Rumah sakit ini telah ditetapkan sebagai prioritas nasional untuk percepatan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, memaparkan peta jalan yang terukur untuk mencapai target tersebut.
Strategi: Akselerasi infrastruktur, penguatan sistem mutu, dan koordinasi regulatori proaktif.
Target Milestones: Pengajuan sertifikasi pada November 2026 dan pemenuhan seluruh persyaratan pada Desember 2026.
"Sertifikasi CPOB akan memastikan bahwa produk darah yang dihasilkan tidak hanya tersedia, tetapi memiliki jaminan keamanan dan kualitas setara dengan produk farmasi," tambah Dr. Bestari.
Apresiasi dan Kolaborasi Pusat-Daerah
Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi tinggi atas progres yang ditunjukkan RSUP Dr. M. Djamil. Dalam kunjungan lapangan ke UPD, dr. Yanti Herman melihat langsung kesiapan sarana dan prasarana yang ada.
"Supervisi ini penting untuk memastikan pelayanan darah dan transplantasi organ berjalan aman dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi komitmen manajemen RSUP Dr. M. Djamil dalam mempersiapkan standar tinggi ini," ungkap dr. Yanti.
Menatap Masa Depan Layanan Kesehatan
Melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil optimis dapat mengubah setiap tantangan menjadi peluang pertumbuhan. Dengan penguatan sistem rujukan ini, masyarakat di Sumatera Barat dan sekitarnya kini memiliki akses terhadap layanan kesehatan canggih tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah atau luar negeri.
RSUP Dr. M. Djamil membuktikan bahwa dengan dedikasi, integritas, dan semangat inovasi, pelayanan kesehatan rujukan nasional dapat diwujudkan demi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
