Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dukung Langkah Tegas Polda Sumbar, Hiswana Migas: Pengawasan Maraton SPBU Kunci Atasi Kelangkaan BBM Bersubsidi



PADANG — Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sumatra Barat menyatakan dukungan penuh atas tindakan tegas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar dalam memberantas praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini dinilai sebagai jawaban konkret atas keresahan masyarakat terkait kelangkaan solar dan pertalite di wilayah tersebut.

Apresiasi tinggi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Hiswana Migas Sumbar, Ridwan Hosen, menyusul aksi inspeksi mendadak (sidak) secara maraton yang digelar aparat kepolisian selama tiga hari berturut-turut, mulai Kamis hingga Sabtu (21–23 Mei 2026).

"Kami mendukung penuh langkah hukum dan penindakan tanpa pandang bulu yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumbar. Pengawasan ketat di lapangan seperti ini sangat krusial untuk memastikan tangki subsidi tidak bocor ke tangan oknum yang tidak bertanggung jawab," tegas Ridwan Hosen dalam keterangannya, Sabtu (23/5).

Modus Licik Pelaku Penyelewengan Terbongkar
Dalam operasi maraton tersebut, tim Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengidentifikasi dan menindak sejumlah kendaraan yang diduga kuat menjadi alat "pelansir" BBM bersubsidi. Petugas di lapangan menemukan berbagai modus manipulasi yang terstruktur, di antaranya:

Modifikasi Tangki Kendaraan: Mengubah kapasitas tangki secara ilegal agar mampu menyerap BBM subsidi dalam volume besar sekali pengisian.

Penggunaan Plat Nomor Ganda: Memalsukan identitas kendaraan guna mengelabui sistem dan melakukan pengisian secara berulang-ulang (scanning barcode berkali-kali).

Praktik-praktik ilegal inilah yang dituding menjadi biang kerok terjadinya antrean panjang dan kelangkaan pasokan yang merugikan hajat hidup masyarakat luas.

Desak Pengawasan Konsisten demi Keadilan Energi
Hiswana Migas menilai, keterlibatan aktif aparat penegak hukum adalah benteng terakhir untuk menjamin keadilan distribusi energi. Ridwan berharap operasi pemberantasan ini tidak berhenti sebagai gerakan temporer, melainkan menjadi agenda pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan.

"Sinergi antara penegak hukum dan pengawasan di SPBU harus terus diperketat. Jika celah-celah penyalahgunaan ini ditutup total, kita optimis distribusi BBM subsidi di Sumatra Barat akan segera kembali normal dan tepat sasaran," pungkasnya.

Penulis: Sukra Rahmat Putra