Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

‎Kementerian PU Bergerak Cepat Pulihkan Tanah Datar, Naryo Widodo Kawal Langsung Penanganan Bencana di Batang Tampo



‎TANAH DATAR — Deru alat berat memecah sunyi di sepanjang aliran Sungai Batang Tampo, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kamis (21/05). Di tengah tumpukan material longsor dan sisa banjir bandang yang masih menyelimuti kawasan itu, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat memastikan penanganan darurat berjalan tanpa jeda.
‎Di garis depan penanganan, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, tampak aktif memimpin koordinasi lapangan. Dengan helm dan rompi khas PU, ia mendampingi langsung kunjungan kerja Menteri PU, Dody Hanggodo, bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air dalam meninjau titik-titik terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
‎Kehadiran Menteri PU bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah hadir memastikan percepatan pemulihan infrastruktur vital, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan irigasi, hingga pemulihan akses masyarakat yang terputus akibat bencana.
Gerak Cepat Kementerian PU di Batang Tampo
‎Di bawah koordinasi teknis BWS Sumatera V Padang, penanganan darurat dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah. Fokus utama diarahkan pada keselamatan masyarakat, pengendalian risiko banjir susulan, serta percepatan pemulihan jaringan infrastruktur dasar.
‎“Penanganan di lapangan harus dilakukan secara terintegrasi. Fokus kita adalah memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan konektivitas serta aliran irigasi yang terputus,” ujar Naryo Widodo saat mendampingi Menteri PU di lokasi.
‎Sejumlah langkah taktis langsung dijalankan Kementerian PU melalui BWS Sumatera V Padang, di antaranya:
‎Tiga unit excavator diterjunkan untuk membuka alur Sungai Batang Tampo dan menormalisasi aliran air yang sempat tersumbat material longsor. ‎Mobilisasi material bronjong dilakukan guna memperkuat tebing sungai yang kritis dan mencegah erosi susulan yang mengancam permukiman warga.
‎Distribusi pipa HDPE berukuran 400 mm dipercepat untuk memulihkan jaringan distribusi air bersih di kawasan terdampak.
‎Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU dalam memastikan pemulihan pascabencana dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menjaga Irigasi, Menjaga Ketahanan Pangan
‎Kunjungan Menteri PU kemudian berlanjut ke Nagari Taluak, lokasi jaringan irigasi pertanian yang turut terdampak bencana. Di kawasan ini, perhatian pemerintah tertuju pada keberlangsungan musim tanam masyarakat.
‎Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan irigasi menjadi prioritas penting agar aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan.
‎“Saya meninjau langsung penanganan banjir Sungai Tampo di Nagari Taluak ini guna memulihkan konektivitas masyarakat, normalisasi aliran sungai, serta memperbaiki jaringan irigasi agar musim tanam tetap berjalan dengan baik,” ujar Dody.
‎Ia juga menekankan bahwa bencana tidak boleh menghambat agenda strategis nasional di sektor pangan.
‎“Jangan sampai kebencanaan mengganggu tercapainya program prioritas swasembada pangan. Kebencanaan tidak boleh jadi penghalang swasembada pangan,” tegasnya.
‎Pesan tersebut langsung diterjemahkan jajaran BWS Sumatera V Padang melalui kerja cepat di lapangan sejak hari pertama bencana terjadi. Di bawah kepemimpinan Naryo Widodo, koordinasi penanganan terus diperkuat agar pemulihan irigasi dan infrastruktur sumber daya air dapat segera dirasakan masyarakat.
Tidak Hanya Pemulihan, Tapi Juga Masa Depan
‎Respons Kementerian PU di Tanah Datar tidak berhenti pada penanganan darurat semata. Usai meninjau Sungai Batang Tampo, Menteri PU bersama Naryo Widodo melanjutkan agenda ke Kenagarian Tanjung Alam untuk meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
‎Di atas lahan seluas 16 hektare, pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas pendidikan yang diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di Tanah Datar.
‎Agenda tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pemulihan pascabencana, tetapi juga pada investasi masa depan masyarakat.
‎Bagi jajaran BWS Sumatera V Padang, selesainya kunjungan kerja menteri bukanlah akhir dari tugas. Justru menjadi awal untuk memastikan seluruh penanganan berjalan maksimal hingga masyarakat benar-benar pulih.
‎Di tengah derasnya arus Batang Tampo yang perlahan kembali tertata, kerja kolaboratif Kementerian PU dan BWS Sumatera V Padang menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat membangun kembali harapan, menjaga irigasi kehidupan, dan memastikan Tanah Datar bangkit lebih kuat.

Penulis: Sukra Rahmat Putra