Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menembus Batas Ruang Sidang: 11 Tahun Dedikasi Agus Flores untuk Rakyat Kecil

 


Bagi sebagian pengacara, hukum mungkin hanya sebatas pasal-pasal kaku di dalam ruang sidang yang dingin. Namun bagi Agus Flores, hukum adalah urat nadi perjuangan dan jembatan bagi mereka yang suaranya kerap terbungkam. Tahun ini, langkah kakinya di koridor hukum genap berusia 11 tahun sejak pertama kali resmi dilantik di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Lebih dari satu dekade berlalu, gelar "pengacara senior" tidak membuat pria yang juga menakhodai PW Fast Respon Counter Polri ini menarik diri ke dalam menara gading. Sebaliknya, ia justru memilih meruntuhkan sekat antara seorang penegak hukum dan masyarakat biasa.

Ponsel yang Selalu Menyala

Di era di mana akses terhadap tokoh publik sering kali dihalangi oleh protokoler yang rumit, Agus Flores mengambil langkah yang tidak biasa. Ia secara sukarela membagikan nomor telepon seluler pribadinya kepada khalayak luas. Tujuannya sederhana namun mendalam: ia ingin ponselnya menjadi saluran pertama tempat masyarakat mengadu.

Mulai dari keluh kesah warga pinggiran yang butuh bantuan hukum, hingga aspirasi dari berbagai daerah di Indonesia, semua ditampungnya tanpa sekat.

“Kalau masyarakat ingin menyampaikan aspirasi, keluhan, atau membutuhkan bantuan, saya selalu membuka komunikasi. Kita harus hadir untuk rakyat,” ungkap Agus Flores dengan nada mantap. Bagi Agus, keterbukaan ini bukan sekadar pencitraan, melainkan sebuah kewajiban moral. Tokoh hukum, menurutnya, harus berada di garis depan bersama rakyat kecil, bukan menjaga jarak.

Menyeimbangkan Hukum dan Advokasi Sosial
Sebelas tahun rekam jejaknya di dunia hukum adalah potret dari sebuah konsistensi. Kiprah Agus tidak hanya terbatas pada pendampingan hukum di meja hijau, tetapi juga merambah ke ranah advokasi sosial yang lebih luas. Melalui posisinya, ia kerap menjalin komunikasi strategis—menjadi jembatan yang menghubungkan suara akar rumput dengan para tokoh nasional hingga institusi negara.

Di jagat maya, namanya kerap memicu perbincangan hangat. Keberaniannya dalam melayangkan kritik konstruktif, memberikan masukan tajam, sekaligus mengawal program-program pemerintah demi keadilan sosial, membuatnya mendapat tempat tersendiri di hati netizen.

Menatap Masa Depan Keadilan

Perjalanan 11 tahun tentu bukan waktu yang singkat. Di dalamnya ada keringat, tantangan, dan komitmen yang diuji waktu. Namun, alih-alih merasa puas, Agus Flores justru melihat pencapaian ini sebagai bahan bakar baru untuk terus melangkah.

Dengan modal pengalaman panjang sebagai praktisi hukum sekaligus aktivis sosial, ia berharap bisa terus merawat ketertiban sosial dan memastikan bahwa keadilan di Indonesia bukan sekadar milik mereka yang berkuasa, melainkan hak bagi setiap warga negara.(*)