Peserta Qurban Idul Adha 1447 H, Masjid Raya Lantai Batu ada peningkatan dari sebelumnya.
Tanah Datar-Sumateraline. Com ( 28 Mei 2026 )
Tradisi pembagian daging kurban di Masjid Raya Lantai Batu tahun ini terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Para peserta kurban menerima daging dari hewan kurban milik masing-masing, sesuai anjuran syariat agar lebih afdal.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Kurban Masjid Raya Lantai Batu, Aang Suhendra, yang juga Kepala Jorong Lantai Batu, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (28/5/2026).
Menurut Aang, perubahan pola pembagian daging kurban itu dilakukan setelah adanya tausyiah dari Ustad Asyam Hafidz asal Bukittinggi beberapa hari lalu di Masjid Raya Lantai Batu.
“Beliau menyampaikan, yang paling afdal itu peserta kurban memakan daging dari hewan kurban miliknya sendiri. Dulu daging dibagi rata saja kepada peserta, sekarang tidak lagi, supaya lebih bersih dan sempurna pahala kurbannya,” ujar Aang.
Ia juga menjelaskan, panitia sangat memperhatikan kualitas pembagian daging kepada masyarakat. Daging yang dibagikan dipisahkan dari lemak dan tulang, kecuali masyarakat memang menginginkannya.
“Kami tidak asal membagikan daging. Yang dibagikan benar-benar daging bersih. Kalau ada masyarakat yang ingin lemak atau tulang baru diberikan. Umumnya masyarakat yang memiliki dua kupon mendapatkan dua kantong daging,” katanya.
Aang menambahkan, masyarakat yang tidak memiliki kupon juga tetap mendapatkan bagian, meskipun penerima kupon tetap diprioritaskan terlebih dahulu.
“Alhamdulillah semuanya tetap kebagian daging,” tambahnya.
Jumlah peserta kurban di Masjid Raya Lantai Batu tahun ini juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu terdapat 12 ekor sapi, tahun ini meningkat menjadi 13 ekor sapi.
Menurut Aang, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan kurban di masjid tersebut.
“Ini menandakan masyarakat puas dan percaya berkurban di masjid kita, karena semuanya transparan, mulai dari harga sapi, biaya panitia, hingga pembagian kulit sapi kepada masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Ia mengatakan, kulit sapi juga dibagikan kepada masyarakat miskin. Bahkan jika penerima kesulitan mengolahnya, panitia turut membantu sebelum dibagikan.
Adapun jumlah peserta kurban di Masjid Raya Lantai Batu tahun 2026 tercatat sebanyak 91 orang.(007)