Sinergi Daerah dan Pusat: Fraksi Golkar Kawal Transformasi Pelabuhan Panasahan Menuju Standar Nasional
PAINAN – Upaya transformasi Pelabuhan Panasahan Painan menjadi urat nadi logistik di pesisir barat Sumatera memasuki babak baru. Langkah strategis ini diperkuat melalui pertemuan antara jajaran pengelola operasional pelabuhan dengan perwakilan legislatif dari Fraksi Partai Golkar di Painan, Pesisir Selatan, pada Jumat sore (1/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung pukul 17.00 WIB tersebut dihadiri oleh Direktur Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Yuliadi, S.A.P., dan Ketua Koperbam Panasahan Indah Painan, Rudi Hartono. Kehadiran mereka disambut langsung oleh dua tokoh fraksi Golkar, Syafril Saputra, S.H., M.H., dan Arminson.
Mendorong Skala Nasional
Fokus utama konsultasi ini adalah meningkatkan status Pelabuhan Panasahan agar tidak lagi sekadar menjadi pelabuhan pengumpan, melainkan mampu beroperasi secara penuh dengan Standar Nasional.
"Kami berharap adanya dorongan politik dan kebijakan yang kuat agar Pelabuhan Panasahan siap beroperasi secara maksimal. Pengembangan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk menunjang arus barang dan meningkatkan ekonomi daerah," ungkap perwakilan pelabuhan dalam diskusi tersebut.
Advokasi Hingga ke Senayan
Menanggapi aspirasi tersebut, Syafril Saputra dan Arminson menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan ini hingga ke tingkat pusat. Hasil pertemuan ini akan diteruskan secara resmi kepada Zigo Rolanda, Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Partai Golkar, yang membidangi sektor infrastruktur dan perhubungan.
Ada tiga poin krusial yang akan diperjuangkan di Komisi V DPR RI:
Modernisasi Infrastruktur: Penambahan fasilitas bongkar muat modern dan pendalaman alur pelabuhan guna mendukung kapal berkapasitas besar.
Legalitas & Standarisasi: Memasukkan Pelabuhan Panasahan ke dalam peta jalan (roadmap) pengembangan pelabuhan nasional prioritas.
Pemberdayaan Tenaga Kerja: Menguatkan peran Koperbam agar siap bersaing dalam ekosistem pelabuhan yang lebih modern dan efisien.
Motor Ekonomi Pesisir Barat
Syafril Saputra menegaskan bahwa sinergi ini adalah langkah konkret untuk memastikan Pesisir Selatan memiliki gerbang ekonomi laut yang mumpuni.
"Kami akan sampaikan aspirasi ini kepada Bapak Zigo Rolanda di Komisi V agar menjadi agenda prioritas pemerintah pusat," tegas Syafril.
Transformasi Pelabuhan Panasahan diharapkan tidak hanya memperbaiki sistem logistik daerah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh bagi masyarakat Pesisir Selatan dan Sumatera Barat secara luas.(SRP)
