Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah, Pemko Padang Gerak Cepat Salurkan Bantuan dan Siapkan Penanganan Darurat di Kuranji
PADANG - Pasca-bencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Kota Padang pada Kamis (21/5) malam, Pemerintah Kota (Pemko) Padang langsung bergerak cepat di lapangan. Pada Jumat (22/5) pagi, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, meninjau langsung lokasi terdampak di kawasan Guo Lapau Munggu dan Kampuang Tanjuang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan penanganan logistik yang cepat serta memetakan langkah-langkah darurat. Pemko Padang berkomitmen penuh bahwa dalam situasi pascabencana seperti ini, keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama.
Komitmen Layanan Pangan Selesai Hari Ini
Dalam peninjauan tersebut, Sekda Raju Minropa menegaskan komitmen penuh Wali Kota Padang untuk menjamin seluruh kebutuhan pangan warga terdampak terpenuhi tanpa penundaan. Sejak pagi hari, Pemko Padang melalui BPBD telah menyalurkan 300 paket nasi bungkus yang bersumber dari pos dana darurat.
"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita menjamin bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan harus sudah selesai hari ini. Pemerintah hadir, dan apa pun kebutuhan dasar masyarakat akan kita penuhi," ujar Raju Minropa di sela-sela peninjauan.
Langkah cepat ini segera disusul dengan pendataan dan penyaluran bantuan sembako oleh Dinas Sosial Kota Padang. Guna memastikan bantuan tepat sasaran, Sekda meminta sinergi kuat dari seluruh perangkat wilayah. "Kami mohon dukungan jajaran RT, RW, Lurah, dan Camat untuk membagikan ini secara merata agar semua yang terdampak menerima bantuan," tambahnya.
Sinergi Cepat Evakuasi Warga
Hujan lebat disertai angin kencang malam sebelumnya sempat memicu luapan air yang membuat sejumlah warga terjebak dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Namun, berkat kesiapsiagaan dan respons cepat tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP, Tim SAR, serta perangkat RT/RW setempat, evakuasi berjalan lancar.
"Secara umum tidak ada warga yang mengungsi. Hanya berpindah sementara ke rumah saudara," jelas Sekda, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan situasi di pemukiman warga berangsur kondusif setelah air surut.
Penanganan Darurat Pertanian dan Solusi Jangka Panjang
Bencana ini juga berdampak serius pada sektor pertanian warga. Tanggul sungai di Lapau Munggu yang baru saja selesai dibangun kembali jebol akibat derasnya arus air. Dampaknya, sekitar 25 hektar lahan sawah milik warga yang baru selesai direhabilitasi terendam dan kembali ke kondisi nol.
Merespons kerugian sektor pertanian ini, Pemko Padang langsung mengambil langkah taktis. Alat berat dikerahkan ke lokasi dengan dukungan penuh dari Kementerian Sosial untuk pengerjaan rehabilitasi lahan, sementara operasional di lapangan ditangani langsung oleh Dinas PUPR Kota Padang.
Tidak berhenti pada penanganan darurat, Pemko Padang juga mulai menyusun langkah antisipasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang. Bersama Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat dan Dinas PUPR, Pemko tengah menyiapkan kajian teknis untuk membangun infrastruktur pengaman yang lebih kokoh. Solusi permanen yang disiapkan meliputi pemasangan kawat bronjong serta pembangunan tanggul pengaman sungai yang lebih kuat di kawasan rawan tersebut.
Turut hadir mendampingi Sekda dalam peninjauan ini perwakilan Dinas SDABK Provinsi Sumbar, Dinas Sosial Kota Padang, BPBD, Satpol PP, Tim SAR, serta unsur Kecamatan, Kelurahan, relawan, dan tokoh RT/RW setempat.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
