Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

‎Mengalirkan Solusi, Merawat Kenyamanan: Langkah Cepat Dinas SDA BK Sumbar di Jalur Lintas Sumatra



PADANG PARIAMAN — 23 Juni 2026, Deru mesin ekskavator Komatsu membelah riuh sore di kawasan Pasar Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (20/6). Di bawah langit Kilometer 40 Jalan Lintas Sumatra yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi, tampak sekelompok pekerja dengan sigap mengarahkan alat berat. Mereka sedang menuntaskan sebuah misi krusial: memasang konstruksi plat duker (gorong-gorong beton) baru untuk memulihkan fungsi drainase di jalur urat nadi ekonomi tersebut.

‎Langkah taktis ini bukan sekadar proyek fisik rutin. Bagi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA BK) Provinsi Sumatra Barat, pengerjaan ini adalah bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam menjawab kecemasan masyarakat. Pasar Sicincin, dengan segala dinamika pedagang dan padatnya arus logistik antar-kota, kerap kali dihadapkan pada ancaman genangan air yang mengintai setiap kali curah hujan tinggi datang menyapa.

‎Di bawah komando langsung Kepala Dinas SDA BK Sumbar, Rifda Suriani, ST, Sp, seluruh tim teknis di lapangan bergerak dalam ritme yang terukur. Mereka berpacu dengan waktu, memastikan struktur bawah jalan kembali kokoh dan aliran air dapat mengalir tanpa sumbatan.

Sentuhan Bijak untuk Kenyamanan Publik

‎Apresiasi pun mengalir hangat dari warga dan para pedagang setempat. Bagi mereka, respons cepat dari dinas terkait laksana angin segar. Jalur utama ini adalah ladang mata pencaharian sekaligus akses vital yang kelancarannya berdampak pada banyak hajat hidup orang banyak.

‎"Kami sangat berterima kasih atas respons cepat dari Dinas SDA BK Sumbar. Kawasan Pasar Sicincin ini kan jalurnya padat. Kalau drainasenya tersumbat, air bisa meluap ke jalan dan memicu kerusakan. Dengan adanya pemasangan plat duker baru ini, kami merasa lebih tenang karena aliran air lancar dan struktur jalan jadi lebih aman," tutur salah seorang warga dengan rona wajah lega.

‎Nada optimisme serupa juga datang dari para pengemudi yang kerap melintasi rute tersebut. Bagi pengguna jalan, penataan infrastruktur di titik strategis seperti Sicincin ini bukan sekadar soal kelancaran berkendara, melainkan jaminan keselamatan yang tak bisa ditawar.

Komitmen yang Mengakar pada Pelayanan

‎Mendengar denyut kepuasan dan harapan dari masyarakat, Kepala Dinas SDA BK Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, ST, Sp, menanggapinya dengan penuh kerendahan hati sekaligus ketegasan visi. Bagi Rifda, setiap jengkel infrastruktur yang dirawat adalah investasi bagi keselamatan warga dan stabilitas ekonomi daerah.

‎"Kami bergerak cepat melakukan penanganan di titik Pasar Sicincin ini karena menyadari sepenuhnya betapa vitalnya Jalan Lintas Sumatra ini bagi masyarakat. Pemasangan plat duker yang representatif dan kokoh adalah kebutuhan mendesak. Kita ingin memastikan air permukaan mengalir pada tempatnya, bukan meluap ke badan jalan yang lambat laun bisa merusak aspal dan membahayakan keselamatan pengguna jalan," ungkap Rifda dengan bijak.

‎Lebih dari sekadar urusan teknis, Rifda menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di lapangan tidak pernah lepas dari sinergi yang harmonis antara pemerintah dan warga. Keikhlasan warga sekitar untuk berbagi ruang selama proses pengerjaan adalah modal utama kelancaran proyek ini.

‎"Kami sangat mengapresiasi kesabaran masyarakat dan pengguna jalan selama proses perbaikan ini berlangsung. Kami terus menginstruksikan tim teknis di lapangan untuk bekerja maksimal, menjaga kualitas, dan meminimalisir gangguan arus lalu lintas. Target kami jelas: menghadirkan manfaat nyata yang dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumatra Barat," pungkas Rifda menutup perbincangan.

‎Di balik debu jalanan dan deru mesin sore itu, sebuah komitmen pelayanan sedang dituntaskan. Dinas SDA BK Sumbar kembali membuktikan bahwa merawat infrastruktur adalah tentang bagaimana merawat kepercayaan dan kenyamanan masyarakat secara berkelanjutan.

‎Penulis: Sukra Rahmat Putra