Akselerasi Program Padang Juara, Wali Kota Fadly Amran Boyong Rektor ke Guangdong China
GUANGZHOU – Pemerintah Kota Padang terus bergerak cepat merealisasikan komitmen pembangunan sumber daya manusia unggul. Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin langsung delegasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara dalam kunjungan balasan ke Guangdong Construction Vocational Technology Institute (Qingyuan Campus) di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok, pada Senin (6/7/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Expo Beasiswa Pemerintah Kota Padang ke China yang sukses digelar oleh sejumlah perguruan tinggi Guangdong di Kota Padang pada 20 Januari 2026 lalu.
Tiba di lokasi, delegasi Kota Padang disambut hangat dengan pertunjukan seni Barongsai. Forum strategis ini dibuka langsung oleh Party Secretary Guangdong Construction Vocational Technology Institute, Li Guozhang, serta dihadiri oleh Chief Inspector of the Department of Education of Guangdong Province, Xu Shimin.
Turut hadir mendampingi Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, serta Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Oki Earlivan Sampurno. Kolaborasi internasional ini juga diperkuat dengan kehadiran para pimpinan dari tujuh perguruan tinggi terkemuka di Sumatra Barat, yaitu Universitas Negeri Padang (UNP), Politeknik Negeri Padang (PNP), UPI YPTK Padang, Universitas Andalas (Unand), Universitas Bung Hatta (UBH), STTIND, dan Universitas Baiturrahmah. Mereka bertemu langsung dengan pimpinan dari tujuh perguruan tinggi asal Tiongkok untuk mematangkan peluang kerja sama akademik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa 'Padang Juara' merupakan satu dari sembilan program unggulan Pemkot Padang yang berfokus pada investasi manusia melalui beasiswa pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri. Keberhasilan program ini, menurutnya, sangat bergantung pada sinergi kuat dengan perguruan tinggi di Kota Padang.
Fadly memaparkan, para penerima beasiswa akan menjalani skema perkuliahan terintegrasi: satu tahun di kampus asal di Indonesia, dua tahun di Tiongkok, dan satu tahun terakhir kembali ke kampus asal untuk menyelesaikan studi.
"Tahun ini terdapat 60 calon mahasiswa asal Kota Padang yang telah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di China dengan skema full scholarship (beasiswa penuh)," ujar Fadly Amran.
Ia menambahkan, Pemkot Padang berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kerja sama ini. "Ke depan, kerja sama ini akan terus kita coba lanjutkan dan diperluas bersama perguruan tinggi di Kota Padang dan Sumatra Barat, sehingga semakin banyak peluang pendidikan internasional yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda Kota Padang," imbuhnya.
Langkah progresif Pemkot Padang ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Oki Earlivan Sampurno, menyatakan bahwa investasi terbesar suatu bangsa adalah pembangunan manusianya, bukan infrastruktur fisik. Sinergi antara pemda, kampus, dan mitra internasional dinilai sebagai langkah taktis menyiapkan generasi masa depan.
"Kami memberikan apresiasi atas langkah Wali Kota Padang yang membangun sinergi dengan perguruan tinggi dan melibatkan para akademisi dalam penguatan sektor pendidikan. Semoga Indonesia dan China dapat terus berkolaborasi dalam membangun masa depan dengan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia," pungkas Oki.(SRP)
