Menata Batang Arau, Merawat Wajah Padang Menyambut HJK ke-375
PADANG – Riuh rendah suara air Sungai Batang Arau kini berpadu dengan deru aktivitas petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Di bawah terik matahari, jemari-jemari tangkas para petugas sibuk membabat gulma dan tumbuhan liar yang sempat rimbun menutupi tepian sungai sejarah tersebut.
Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar agenda rutin biasa. Ini adalah sebuah gerakan bersolek, sebuah kado lingkungan dari DLH Kota Padang untuk menyambut Hari Jadi Kota (HJK) Padang yang ke-375. Batang Arau, yang menjadi salah satu urat nadi dan saksi bisu perjalanan panjang Kota Padang, dipilih menjadi salah satu fokus utama pembenahan estetika kota.
Selama ini, rimbunnya tanaman liar kerap mengurangi keindahan bantaran sungai. Dengan dibersihkannya gulma-gulma tersebut, pandangan mata kini menjadi lebih terbuka luas. Tepian sungai yang sebelumnya terkesan rimbun tak teratur, kini berubah menjadi kawasan yang rapi, bersih, dan berangin segar—menawarkan ruang yang jauh lebih nyaman bagi masyarakat sekitar yang ingin beraktivitas atau sekadar melepas penat di sore hari.
Pembersihan ini bukan sekadar merapikan tampilan fisik kota, DLH Kota Padang. Ada misi yang lebih besar di balik babatan celurit dan ayunan sapu para petugas. Menghadirkan ruang kota yang bersih dan nyaman dipandang adalah langkah awal untuk memantik kembali rasa bangga warga terhadap kotanya. Ketika sebuah kawasan terlihat terawat, masyarakat dengan sendirinya akan merasa segan untuk mengotorinya.
Melalui semangat #PadangRancak, gerakan ini tidak berjalan sendiri. DLH Kota Padang turut menggandeng seluruh elemen kecamatan di Kota Padang untuk bergerak bersama, memastikan gaung kebersihan ini merata dari pusat kota hingga ke sudut-sudut permukiman warga.
Kini, menjelang momentum bersejarah HJK ke-375, wajah Batang Arau perlahan kembali anggun. Namun, kecantikan yang baru pulih ini tentu tidak akan bertahan lama tanpa adanya tangan-tangan pembawa perubahan dari masyarakat sendiri. Merawat Batang Arau adalah tugas bersama, agar aliran sungainya tetap bersih, pemandangannya tetap asri, dan kenyamanannya dapat terus dinikmati oleh generasi hari ini hingga masa depan.(SRP)
