Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Geliat PT Arpex Primadhamor dalam Peningkatan Akses Transportasi dan Ekonomi Sijunjung




SIJUNJUNG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi mendongkrak perekonomian masyarakat. Komitmen ini dibuktikan dengan dimulainya proyek Rehabilitasi Jalan pada Ruas Tanjung Ampalu - Sijunjung (P.008).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari program prioritas pembangunan daerah tahun anggaran 2026 untuk mengurai kendala mobilitas dan memperlancar arus transportasi logistik antarwilayah.

Proyek infrastruktur ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.285.044.617,00. Berdasarkan data teknis, pengerjaan proyek telah berjalan sejak penandatanganan kontrak pada 21 April 2026 lalu dengan nomor kontrak 620/21.1/KTR-P.008/BM/IV/2026.

Untuk menjamin kualitas dan ketepatan waktu pembangunan, Dinas BMCKTR Sumbar memercayakan pengerjaan fisik kepada kontraktor pelaksana PT. Arpex Primadhamor, serta didampingi oleh CV. RF Consultant selaku konsultan pengawas. Proyek ini ditargetkan selesai dalam masa pelaksanaan 90 hari kalender.

Rehabilitasi ruas jalan Tanjung Ampalu - Sijunjung ini diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan, tetapi juga menjadi stimulus positif bagi pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan lokal yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat sekitar.

Apresiasi dari Masyarakat dan Harapan Masyarakat

Perbaikan jalan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari warga setempat yang sehari-hari menggantungkan mobilitasnya pada jalur tersebut.

Sala seorang masyarakat yang sering melintas, Pak Rusdi (48), mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran pemerintah daerah.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas realisasi perbaikan jalan Tanjung Ampalu - Sijunjung ini. Sudah lama kami mendambakan akses jalan yang mulus dan aman. Selama ini, kondisi jalan yang rusak cukup menghambat aktivitas kami, terutama saat membawa hasil panen ke pasar," ujar Rusdi.

Senada dengan hal tersebut, Ibu Sitti (39), seorang pelaku usaha dagang lokal, menyebutkan bahwa perbaikan jalan ini akan memangkas waktu tempuh dan menekan biaya operasional transportasinya.

"Dengan jalan yang bagus, distribusi barang dagangan jadi lebih cepat dan risiko kendaraan rusak bisa berkurang jauh. Kami selaku masyarakat siap mendukung kelancaran proyek ini agar selesai tepat waktu," pungkasnya penuh optimisme.(SRP)