Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merajut Sinergi Demi Kemajuan: RS M. Djamil dan Pemprov Sumbar Akselerasi Masterplan Infrastruktur Kesehatan



PADANG – Sebuah lompatan besar dalam dunia pelayanan kesehatan di Sumatera Barat tengah dipersiapkan. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang terus mematangkan langkah strategisnya untuk mentransformasi diri menjadi pusat rujukan nasional yang modern dan futuristik. Melalui kepemimpinan Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, rumah sakit vertikal ini bergerak cepat menggalang kolaborasi lintas instansi demi memastikan mimpi besar tersebut segera membumi.

Langkah konkret itu terlihat nyata pada Kamis (2/7). Didorong oleh visi kemajuan yang kuat, dr. Dovy Djanas memimpin langsung jajaran Direksi RS M. Djamil melakukan audiensi strategis dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy. Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Temu Mayor CPM (Purn) Abdul Majid, Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumbar tersebut, menjadi panggung krusial untuk menyelaraskan ritme gerak antara manajemen rumah sakit dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Fokus utamanya satu: mempercepat pembangunan gedung dormitory sebagai solusi cerdas menjaga kestabilan pelayanan di tengah megaproyek pengembangan masterplan rumah sakit.


Solusi Cerdas di Tengah Transformasi

Visi besar RS M. Djamil kini telah mengantongi tiket emas. Rencana pengembangan kawasan ini resmi masuk ke dalam Green Book (Buku Hijau) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang difasilitasi langsung oleh Kementerian Kesehatan melalui skema pendanaan pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Tidak tanggung-tanggung, pada tahap awal, RS M. Djamil akan langsung menggebrak dengan pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai serta gedung rawat inap Non-JKN setinggi lima lantai. Proyek monumental ini juga mengintegrasikan pemanfaatan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah mengantongi izin kelola.

Namun, di balik cetak biru yang megah itu, dr. Dovy Djanas dihadapkan pada tantangan kemanusiaan yang nyata: kenyamanan pasien adalah hukum tertinggi yang tidak boleh ditawar. Pembangunan kedua gedung utama tersebut menuntut pembongkaran sejumlah ruang rawat inap yang ada saat ini. Dampaknya, RS M. Djamil berpotensi kehilangan sekitar 179 tempat tidur dari total kapasitas 800 tempat tidur yang mereka miliki.

"Yang menjadi tantangan terbesar adalah layanan rumah sakit tidak boleh terganggu sedetik pun selama proses pembangunan berlangsung. Kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan tetap harus berjalan optimal," ujar dr. Dovy Djanas dengan nada optimis.

Di sinilah kecermatan manajerial dr. Dovy diuji

Lewat diskusi intensif bersama Kementerian Kesehatan, ia melahirkan taktik akselerasi: menarik pembangunan gedung dormitory yang semula dijadwalkan pada tahap ketiga menjadi prioritas di tahap awal.

Selama masa transisi pembangunan fisik Gedung CMU dan ruang rawat inap Non-JKN, gedung dormitory ini akan dialihfungsikan sementara menjadi ruang rawat inap darurat guna menambal hilangnya 179 tempat tidur tersebut. Begitu seluruh proyek utama rampung, fungsinya akan dikembalikan ke fitrah semula: sebagai pusat pendidikan, pelatihan, pengembangan SDM, serta akomodasi yang layak bagi keluarga pasien.

Komitmen Penuh Pemprov Sumbar untuk Pelayanan Publik

Sebelum mengetuk pintu Wakil Gubernur, langkah diplomasi dr. Dovy telah lebih dulu bergerak taktis di tingkat teknis. Jajaran direksi telah merajut koordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar guna memastikan kesiapan lahan dan legalitas perencanaan berjalan mulus tanpa sandungan regulasi.

Ikhtiar dan profesionalisme manajemen RS M. Djamil ini disambut hangat oleh Pemprov Sumbar. Wakil Gubernur Vasco Ruseimy secara terbuka menegaskan bahwa pemerintah daerah berdiri penuh di belakang RS M. Djamil dalam menyukseskan akselerasi masterplan ini.

Vasco menilai, lompatan yang dipimpin oleh dr. Dovy Djanas bukan sekadar pembangunan fisik komoditas, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi ketahanan kesehatan masyarakat di Sumatera Barat dan Indonesia bagian barat.

“Prinsipnya, kami mendukung penuh upaya RS M. Djamil. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang ada, termasuk memperkuat koordinasi lintas instansi, baik di tingkat daerah maupun dengan pemerintah pusat, agar rencana pengembangan ini bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” tegas Vasco Ruseimy.

Vasco pun menaruh harapan besar agar sinergi ini menjadi pemantik hadirnya fasilitas kesehatan modern yang humanis. "Harapan kita bersama, pengembangan ini tidak hanya menghadirkan gedung-gedung yang megah dan modern, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan langsung bagi masyarakat melalui kualitas pelayanan yang semakin prima," pungkasnya.

Kolaborasi apik antara RS M. Djamil di bawah komando dr. Dovy Djanas dan Pemprov Sumbar ini menjadi potret ideal bagaimana sebuah visi kemajuan diorkestrasikan. Melalui komunikasi yang cair dan perencanaan yang matang, masa depan pelayanan kesehatan Sumatera Barat yang lebih maju, modern, dan berpihak pada rakyat, kini bukan lagi sekadar angan-angan di atas kertas.

Penulis: Sukra Rahmat Putra