Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinergi RS M. Djamil dan FK Unand: Cetak Dokter Spesialis Unggul, Berkarakter, dan Bebas Perundungan



PADANG – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) resmi memulai rangkaian Layanan Orientasi Informasi (LOI) bagi 100 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS) Periode Juli 2026, Senin (6/7).

Kegiatan yang akan berlangsung intensif hingga 10 Juli 2026 ini dirancang sebagai jembatan awal (bekal klinis) sebelum para dokter menempuh pendidikan di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan tersebut.

Menanamkan Nilai ‘Andalasian’ dan Kesiapan Klinis

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan bahwa LOI bukan sekadar seremoni akademik. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, etika profesi, budaya keselamatan pasien (patient safety), hingga kemampuan komunikasi efektif.

“Karakter Andalasian merupakan nilai dasar yang harus tertanam sejak awal. Kami berharap selama empat tahun pendidikan, nilai-nilai tersebut benar-benar diimplementasikan sehingga nantinya lahir dokter spesialis dan subspesialis yang mampu membanggakan institusi, profesi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Dr. Dovy.

Penguatan Regulasi, Medikolegal, dan Budaya Riset

Menjawab tantangan dunia kesehatan modern, LOI tahun ini menghadirkan kurikulum baru yang lebih adaptif. Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, mengungkapkan adanya penambahan materi krusial.

Good Clinical Practice (GCP): Standardisasi pelayanan medis berkelas.

Aspek Medikolegal: Pemahaman hukum dan regulasi dalam praktik kedokteran untuk perlindungan dokter dan pasien.

Selain itu, RS M. Djamil berkomitmen mendorong ekosistem riset melalui Clinical Research Unit (CRU). Dr. Dovy mengajak seluruh kepala departemen untuk mengembangkan riset translasional. Tujuannya jelas: melahirkan dokter spesialis yang tidak hanya andal di ruang operasi atau bangsal, tetapi juga memiliki kapasitas penelitian yang kuat di kancah internasional.

Komunikasi Efektif dan Perlindungan Tenaga Kesehatan

Dalam arahannya, Dr. Dovy menggarisbawahi bahwa kunci utama pelayanan medis adalah empati dan komunikasi. Dokter masa kini harus mampu memahami kegalauan pasien dan keluarga serta memberikan edukasi yang jelas untuk mencegah terjadinya miskomunikasi.

Meski demikian, pihak rumah sakit juga berkomitmen memberikan perlindungan penuh terhadap residen.

“Apabila terjadi intimidasi atau ancaman terhadap tenaga kesehatan saat memberikan pelayanan, tentu ada mekanisme yang harus ditempuh. Bahkan apabila ancaman tersebut terus berlanjut dan membahayakan petugas, pelayanan dapat dihentikan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Komitmen Bersama: Lingkungan Pendidikan Sehat Tanpa Bullying

Senada dengan hal tersebut, Dekan FK Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTED, menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan psikologis selama masa pendidikan. Pihak fakultas mengutuk keras segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran.

“Kompetensi akademik harus berjalan seiring dengan empati kepada pasien, kemampuan bekerja sama, dan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari bullying. Budaya saling menghargai menjadi modal penting dalam mencetak dokter spesialis yang profesional,” tukas dr. Sukri Rahman.

Acara pembukaan LOI ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan strategis, di antaranya:

dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D (Wakil Dekan I FK Unand)

Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS (Direktur Utama RS Unand)

Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B(K)Onk, M.Kes (Ketua Unit Fungsional Pendidikan RS M. Djamil)

Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep (Manajer Pendidikan dan Pelatihan RS M. Djamil) beserta jajaran terkait.

Melalui orientasi yang komprehensif ini, RS M. Djamil dan FK Unand optimis dapat terus melahirkan generasi dokter spesialis dan subspesialis yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas tinggi dan humanis demi kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia. 

Penulis: Sukra Rahmat Putra