Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menghidupkan Budaya Baca di Tengah Kota: Taman Bacaan Disperpusip Padang kian Diminati, Total Kunjungan Capai 38 Ribu Pemustaka




PADANG — Komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Padang dalam menghadirkan ruang publik yang ramah literasi kini membuahkan hasil nyata. Sejak diresmikan pada Juni 2026, kehadiran Taman Bacaan Disperpusip Padang berhasil menyedot antusiasme masyarakat luas, menjadikannya salah satu oasis literasi paling dinamis di pusat kota.

Suasana taman bacaan yang didesain terbuka, asri, dan inklusif ini memberikan warna baru bagi wajah literasi di Kota Padang. Membaca tak lagi identik dengan suasana perpustakaan formal yang kaku, melainkan menjadi aktivitas yang santai, edukatif, dan menyenangkan bagi berbagai kalangan.

Lonjakan Kunjungan Pemustaka Tembus 38.646 Orang

Keberhasilan Disperpusip Kota Padang dalam menggerakkan minat baca warga tercermin jelas dari lonjakan angka kunjungan pemustaka. Berdasarkan data statistik Rekapitulasi Kunjungan Pemustaka Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang Tahun 2026, akumulasi total pengunjung hingga pertengahan Agustus 2026 telah menembus angka 38.646 orang.

Tren positif ini mencatatkan peningkatan signifikan setiap bulannya:

Januari: 1.607 pemustaka

Februari: 4.040 pemustaka

Maret: 4.923 pemustaka

April: 5.463 pemustaka

Mei: 5.504 pemustaka

Juni: 2.497 pemustaka

Juli: 5.271 pemustaka

Agustus (hingga Minggu III): 3.878 pemustaka (Minggu I: 127, Minggu II: 815, Minggu III: 2.936)

Masyarakat Umum dan Pelajar Mendominasi

Rincian data pada minggu ketiga Agustus 2026 memperlihatkan keberagaman latar belakang pengunjung yang memanfaatkan fasilitas Disperpusip Padang. Dari total 2.936 pemustaka pada pekan tersebut (1.522 laki-laki dan 1.414 perempuan), kelompok Masyarakat Umum (usia 24–56+ tahun) menjadi porsi terbesar dengan total 2.232 pengunjung (1.180 laki-laki dan 1.052 perempuan).

Sementara itu, kalangan pelajar sekolah dasar (SD usia 7–12 tahun) menyumbang 301 pengunjung (145 laki-laki dan 156 perempuan), disusul oleh mahasiswa (152 orang), pelajar SMP (72 orang), SMA (69 orang), serta pegawai dan dosen (masing-masing 55 orang).

Data ini membuktikan bahwa keberadaan fasilitas baca Disperpusip Padang berhasil merangkul seluruh lapisan masyarakat—mulai dari anak-anak yang membangun ketertarikan dini, pelajar yang mencari bahan referensi, hingga masyarakat umum yang memanfaatkan waktu luang secara produktif.

Inovasi Disperpusip: Menjadikan Perpustakaan Ruang Publik Inklusif

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menegaskan bahwa keberadaan taman bacaan ini dirancang sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk membangun kebiasaan membaca di tengah derasnya arus informasi digital.

“Literasi itu bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan bagaimana masyarakat memiliki kebiasaan mencari, memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara bijak. Karena itu, kami di Disperpusip ingin perpustakaan dan taman bacaan hadir sedekat mungkin dengan masyarakat,” ujar Heriza.

Ia menekankan pentingnya menghapus stigma kaku pada perpustakaan.

“Jangan sampai masyarakat merasa perpustakaan itu tempat yang eksklusif atau membosankan. Perpustakaan adalah ruang publik milik bersama. Pelajar, mahasiswa, orang tua, keluarga, hingga masyarakat umum kami sambut terbuka. Semakin ramai masyarakat hadir, semakin hidup ekosistem literasi Kota Padang,” tegasnya.

Heriza menambahkan, tantangan utama literasi saat ini adalah membangun daya kritis masyarakat dalam memilah informasi di era information overload.

“Di era banjir informasi dan media sosial, kemampuan membaca saja tidak cukup. Kita harus mampu membedakan mana informasi yang valid, bermanfaat, atau justru menyesatkan. Di sinilah peran penting buku dan ruang baca berkualitas untuk membentuk SDM Kota Padang yang unggul dan kritis,” tambahnya.

Aksesibilitas dan Pelayanan Akhir Pekan

Untuk memberikan kemudahan akses, Taman Bacaan Disperpusip Kota Padang beroperasi penuh mengikuti jam kerja operasional. Tidak hanya itu, guna memberikan opsi kegiatan akhir pekan yang edukatif bagi keluarga, taman bacaan ini juga tetap membuka layanan pada hari Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.

Layanan akhir pekan ini memungkinkan para orang tua mengajak anak-anak mereka membaca bersama, pelajar berdiskusi, maupun warga umum menikmati waktu senggang dengan memperluas cakrawala pengetahuan.

Sinergi Membangun Masa Depan Kota

Pemerintah Kota Padang melalui Disperpusip menyadari bahwa membangun budaya membaca tidak dapat dilakukan sendirian. Sinergi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan peran aktif keluarga menjadi kunci keberlanjutan gerakan literasi ini.

“Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas terbaik, tetapi masyarakatlah yang menghidupkannya. Lonjakan angka kunjungan ini adalah sinyal positif tumbuhnya kesadaran literasi warga Kota Padang. Sebuah kota tidak hanya dibangun dari megahnya gedung dan infrastruktur, tetapi juga dari masyarakatnya yang berpengetahuan, berdaya pikir kritis, dan berbudaya belajar kuat,” tutup Heriza optimis.(SRP)