Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Gelar Kelas Bahasa Isyarat #3, Wujudkan Ruang Publik Inklusif Bagi Semua


Dokumentasi istimewa 

PADANG — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang terus membuktikan komitmen nyatanya dalam menghadirkan ruang publik yang ramah, hangat, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini ditegaskan kembali melalui keberlanjutan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) lewat gelaran Kelas Bahasa Isyarat #3 yang berlangsung di Studio Mini Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang, Jumat (21/8/2026).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menegaskan bahwa perpustakaan modern saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan maupun peminjaman buku. Lebih dari itu, perpustakaan diposisikan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan pusat kegiatan inklusif yang memberikan dampak serta manfaat sosial secara langsung.

"Kami ingin meruntuhkan batasan komunikasi dan membangun kesadaran bersama. Perpustakaan harus hadir sebagai rumah yang nyaman dan terbuka bagi siapa saja tanpa terkecuali," ujar Heriza Syafani.

Berlangsung interaktif, pelatihan kali ini mengandalkan kolaborasi erat bersama Rumah Inklusi Padang sebagai narasumber utama. Sebanyak 16 peserta berpartisipasi aktif mempelajari ragam kosakata dasar hingga gesture komunikasi praktis guna menjembatani interaksi sehari-hari dengan rekan-rekan disabilitas pendengaran (Tuli).

Pelaksanaan Kelas Bahasa Isyarat seri ketiga ini menjadi bukti konsistensi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dalam menggerakkan program TPBIS secara berkelanjutan. Melalui sinergi lintas komunitas ini, Pemerintah Kota Padang optimistis dapat terus meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mempercepat terwujudnya ekosistem kota yang semakin ramah disabilitas.(SRP)