Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merekam Dampak Proyek TRUST, RS M. Djamil dan Dishub Padang Gelar Konsultasi Publik Andalalin



PADANG — RSUP Dr. M. Djamil Padang terus mematangkan langkah transformasi layanan kesehatan melalui proyek Teaching Hospital Referral Upgrading and System Transformation (TRUST). Tak sekadar fokus pada pembangunan fisik dan peningkatan kualitas medis, rumah sakit rujukan utama di Sumatera ini juga memastikan kesiapan infrastruktur lalu lintas di kawasan sekitarnya.

Langkah antisipatif tersebut diwujudkan melalui Konsultasi Publik Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) Pengembangan Masterplan RS M. Djamil yang digelar di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil, Selasa (11/8).

Agenda penting ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Satpol PP, Polresta Padang, Camat Padang Timur, Lurah Sawahan Timur, hingga tim konsultan Andalalin.

Mencegah Hambatan Pelayanan Sejak Dini

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan bahwa aspek transportasi merupakan komponen krusial yang tidak boleh terabaikan dalam pengembangan kawasan rumah sakit.

"Kami ingin memastikan pengembangan RS M. Djamil tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan medis, tetapi juga berjalan selaras dengan lingkungan sekitar. Aspek lalu lintas harus kita persiapkan sejak awal," tegas Dovy.

Dovy menambahkan, karakteristik rumah sakit rujukan membutuhkan aksesibilitas yang sangat tinggi dan responsif. Pengaturan akses masuk-keluar, jalur evakuasi ambulans, sirkulasi kendaraan, hingga ketersediaan kantong parkir harus terencana secara matang agar tidak memicu kemacetan yang berpotensi menghambat pelayanan darurat.

"Ada ambulans dan pasien yang membutuhkan penanganan cepat. Jangan sampai sistem lalu lintas di kawasan sekitar justru menjadi hambatan," lanjutnya.

Kolaborasi dan Peninjauan Lapangan

Guna mendapatkan gambaran yang akurat, konsultasi publik ini menjadi wadah untuk menyerap masukan dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan tingkat wilayah yang memahami dinamika di lapangan.

Tak berhenti di ruang rapat, tim gabungan bersama manajemen rumah sakit dan konsultan juga turun langsung melakukan peninjauan lapangan. Peninjauan ini difokuskan pada:

Evaluasi kondisi jalan eksisting dan titik rawan kepadatan.

Analisis pola pergerakan kendaraan di sekitar kawasan rumah sakit.

Pemetaan titik-titik krusial untuk penataan akses emergency dan umum.

Dukungan Pemko Padang

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Syani, S.SIT, M.T, menyambut positif langkah proaktif RS M. Djamil. Menurutnya, Andalalin merupakan instrumen wajib untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat seiring bertambahnya kapasitas rumah sakit.

"Pengembangan kawasan berskala besar pasti berdampak pada pergerakan lalu lintas. Melalui Andalalin ini, kita bisa mengidentifikasi potensi masalah sekaligus menyiapkan solusi konkritnya—mulai dari manajemen sirkulasi kendaraan hingga fasilitas pendukung keselamatan," jelas Yudi.

Melalui sinergi ini, pengembangan RS M. Djamil diharapkan mampu menghadirkan fasilitas kesehatan modern yang megah tanpa mengorbankan kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan para pengguna jalan di Kota Padang.(SRP)