Memperkuat Benteng Keselamatan Pasien: RSUP Dr. M. Djamil dan Dinkes Sumbar Bersinergi Kawal Pengendalian Infeksi dan Antimikroba
Memperkuat Benteng Keselamatan Pasien: RSUP Dr. M. Djamil dan Dinkes Sumbar Bersinergi Kawal Pengendalian Infeksi dan Antimikroba
PADANG — Keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan bukanlah sebuah pencapaian yang berdiri sendiri, melainkan rajutan komitmen yang harus dijaga bersama secara konsisten. Menyadari betapa krusialnya tantangan pengendalian infeksi dan ancaman resistensi antimikroba saat ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang terus mengambil peran aktif di garis depan.
Langkah nyata itu diwujudkan melalui kolaborasi erat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pada Selasa (8/9/2026), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar. Didampingi Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Pencegahan Resistensi Antimikroba (PRA), dan Farmasi Terapi (FT), Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, kehadiran manajemen RS Rujukan Utama Ranah Minang ini disambut hangat oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH.
Pertemuan hangat tersebut menjadi ruang konsolidasi strategis dalam mempersiapkan helatan penting: Simposium Pengendalian Infeksi dan Antimikroba di Rumah Sakit Jejaring RS M. Djamil, yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026 mendatang.
Membangun Kolaborasi Lintas Fasilitas
Mencegah penyebaran infeksi dan memastikan penggunaan antibiotik secara bijak bukan semata tugas satu fasilitas kesehatan. Membangun pertahanan yang kokoh membutuhkan kesamaan langkah dan visi di seluruh tingkatan pelayanan.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menegaskan bahwa keselamatan pasien adalah fondasi utama yang tidak boleh ditawar. Menurutnya, pengendalian resistensi antimikroba membutuhkan ekosistem yang solid dan terintegrasi dari hilir hingga ke hulu.
"Pengendalian infeksi dan resistensi antimikroba merupakan bagian penting dari upaya kita menjaga mutu dan keselamatan pasien. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara RS M. Djamil, rumah sakit jejaring, Dinas Kesehatan, dan seluruh tenaga kesehatan agar berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas," ujar Dovy Djanas.
Ia menambahkan, simposium ini diproyeksikan bukan sekadar forum ilmiah seremonial, melainkan menjadi wadah pembelajaran bersama (joint learning platform). Di situlah para praktisi kesehatan dapat saling berbagi praktik terbaik (best practices), membedah tantangan lapangan, serta merumuskan solusi konkret.
"RS M. Djamil tidak bisa berjalan sendiri. Kita memiliki rumah sakit jejaring yang merupakan bagian penting dalam sistem rujukan di Sumatera Barat. Peningkatan mutu harus kita lakukan bersama-sama, termasuk dalam pengendalian infeksi dan penggunaan antimikroba yang rasional," tutur Dovy menekankan tanggung jawab pengayoman RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama.
Dukungan Penuh Pemprov Sumbar
Gagasan strategis ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH, menilai langkah RSUP Dr. M. Djamil sangat tepat momentum dalam merangkul seluruh pilar pelayanan kesehatan di daerah.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 82 rumah sakit di Sumatera Barat, baik milik pemerintah maupun swasta. Potensi besar ini akan menjadi kekuatan luar biasa jika bergerak dalam satu frekuensi yang sama.
"Jumlah 82 rumah sakit ini tentu menjadi kekuatan yang besar apabila seluruhnya dapat bergerak bersama dan memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan mutu pelayanan. Kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini karena pengendalian infeksi dan antimikroba merupakan tanggung jawab bersama," ungkap dr. Aklima.
Lebih lanjut, Aklima menekankan pentingnya mentransformasikan kebijakan menjadi budaya kerja sehari-hari di ruang-ruang perawatan. Kesadaran untuk menerapkan prosedur pencegahan infeksi serta preskripsi antimikroba yang presisi harus menyatu dalam napas pelayanan setiap insan medis.
Menuju Era Baru Pelayanan Kesehatan yang Aman dan Bermutu
Melalui Simposium Pengendalian Infeksi dan Antimikroba mendatang, RSUP Dr. M. Djamil bersama Dinas Kesehatan Sumbar menegaskan tekadnya: menjadikan Sumatera Barat sebagai kawasan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu tinggi, dan responsif terhadap ancaman kesehatan global.
Penguatan kapasitas SDM, penyelarasan regulasi, serta kokohnya jejaring antar-rumah sakit diharapkan menjadi warisan berkelanjutan bagi perlindungan seluruh masyarakat Ranah Minang.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
