Batang Tampo Kembali Lapang, BWS Sumatera V Padang Sukses Bersihkan Sumbatan Material Pascabencana
Tanah Datar - Deru air Batang Tampo kini tak lagi senada dengan kecemasan. Sungai yang membelah keasrian lanskap Kabupaten Tanah Datar, yang beberapa waktu lalu sempat luluh lantak dan tersumbat oleh tumpukan material vulkanis serta runtuhan pascabencana, kini telah berangsur pulih. Di bawah komando taktis Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, alur sungai yang mulanya mati kutu tertimbun batuan, lumpur, dan hamparan kayu gelondongan, kini kembali mengalirkan riak kehidupan yang bersih dan lapang.
Berdasarkan Sumber dari BWSS V Padang dan fakta dan pantauan langsung di lapangan pada Sabtu (23/5), pemandangan pilu berupa gundukan sedimen pasir dan sisa-sisa rerimbunan pohon yang sempat menyumbat badan sungai, kini telah raib. Hamparan material yang sempat mengancam keselamatan pemukiman warga di sepanjang bibir sungai tersebut kini bersih berkat pergerakan masif barisan alat berat yang dikerahkan secara spartan oleh pihak BWS Sumatera V Padang.
Sentuhan pemulihan ini laksana fajar setelah malam yang panjang bagi warga setempat. Sebelum intervensi kedaruratan ini dilakukan, kondisi Batang Tampo sangat memprihatinkan; air kecokelatan merayap tersendat di antara jepitan material longsoran, mengikis tebing-tebing rapuh yang tepat berada di samping rumah-rumah penduduk dan rumah ibadah beratap merah yang berdiri kontras di sela lambaian pohon kelapa. Ketakutan akan banjir bandang susulan (galodo) senantiasa menghantui setiap kali mendung menggantung di langit Tanah Datar.
Namun, pemandangan pada hari ini bercerita lain. Di bawah terik matahari yang mulai bersahabat, sejumlah ekskavator berwarna kuning cerah tampak gagah beroperasi di tengah riak air. Dengan lengan-lengan bajunya yang kokoh, alat berat tersebut mengeruk, menata, dan melebarkan kembali bentang sungai yang sempat menyempit. Alur sungai dinormalisasi, sedimen dikeruk ke tepi membentuk tanggul kedaruratan yang rapi, memastikan air mengalir lancar tanpa hambatan.
"Penanganan darurat di Batang Tampo ini merupakan wujud komitmen penuh negara melalui BWS Sumatera V Padang untuk hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Kita bergerak cepat mengembalikan fungsi sungai ke kondisi semula agar risiko luapan air dapat tekan seminimal mungkin," ujar Kepala BWSS V Padang, Naryo Widodo pada Sabtu, (23/05/2026).
Kehadiran alat-alat berat yang terus bekerja membelah aliran air cokelat muda yang kian bersahabat itu memicu optimisme baru. Struktur tebing sungai yang tadinya tergerus, kini mulai terproteksi dengan bentukan lereng batuan yang lebih stabil hasil penataan material. Bangunan semipermanen milik warga yang posisinya sangat riskan di tepi sungai kini dapat bernapas lega, terlindung oleh normalisasi alur yang kian menjauhkan arus kuat dari pondasi bangunan.
Langkah taktis BWS Sumatera V Padang dalam melakukan pembersihan total material pascabencana di Batang Tampo ini tidak hanya sekadar memulihkan fungsi hidrologis sungai. Lebih dari itu, gerak cepat ini telah berhasil mengikis trauma psikologis masyarakat. Batang Tampo kini tidak lagi dipandang sebagai ancaman yang menakutkan, melainkan telah kembali menjadi urat nadi kehidupan yang mengalirkan ketenangan bagi bumi Luhak Nan Tuo.
Penulis : Sukra Rahmat Putra
