Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gelontoran Rp23,6 Miliar, PJN Wilayah I Sumbar Beri Warning Keras Kontraktor Proyek Lintas Bukittinggi-Medan



Sumatra Barat -  Komitmen Pemerintah Pusat dalam menjaga kemantapan infrastruktur jalan nasional di Ranah Minang terus digulirkan. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum secara resmi memulai proyek strategis lintas wilayah berupa Preservasi Jalan dan Jembatan Batas Kota Bukittinggi hingga Batas Sumatera Utara (Medan).

Proyek vital yang memakan anggaran APBN Tahun 2026 sebesar Rp23,6 miliar ini memegang peran krusial sebagai urat nadi logistik dan mobilitas masyarakat yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Sumatera Utara.

Di bawah bendera Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Sumatera Barat (PPK 1.3), proyek ini tidak sekadar melakukan perbaikan permukaan aspal biasa. Alokasi anggaran dipecah secara mendetail guna menyentuh titik-titik rawan, mulai dari pemeliharaan rutin, rehabilitasi minor dan mayor, pemeliharaan berkala jembatan, hingga penanganan area rawan longsor yang kerap menghantau jalur perbukitan tersebut.

Pihak PJN Wilayah I Sumatera Barat menegaskan bahwa rentang waktu 280 hari kalender yang diberikan harus dimanfaatkan seefektif mungkin oleh kontraktor pelaksana, PT Aura Mandiri Sejahtera, dengan pengawasan ketat dari konsultan supervisi PT Seecons Kso PT Indec Internusa.

Saat dikonfirmasi, Pejabat Struktur Satker PJN Wilayah I Sumatera Barat memberikan penekanan yang sangat tegas dan tidak main-main terkait pelaksanaan di lapangan. Pihaknya mewanti-wanti agar seluruh jajaran kontraktor bekerja dengan profesionalisme tingkat tinggi dan mengutamakan aspek output yang presisi.

"Jalur Bukittinggi menuju Batas Sumut ini adalah urat nadi ekonomi. Kami di PJN Wilayah I tidak menoleransi adanya keterlambatan, apalagi penurunan kualitas materi. Kontraktor wajib bekerja secara profesional, tunduk pada spesifikasi teknis yang ada, dan yang paling utama adalah tepat mutu serta tepat waktu," tegasnya.

Lebih lanjut, pihak PJN I menambahkan bahwa setiap rupiah dari dana APBN ini harus terwujud dalam bentuk infrastruktur yang kokoh dan berdaya tahan panjang. "Masyarakat berhak menikmati jalan yang aman dan nyaman. Oleh karena itu, supervisi di lapangan akan kami perketat setiap harinya. Jangan ada ruang untuk kelalaian," tambahnya secara lugas.

Dengan dimulainya pengerjaan mega-proyek preservasi ini, wajah jalur lintas Sumatera Barat menuju utara diharapkan dapat segera bersolek stabil. Akses transportasi yang mulus bukan hanya memangkas waktu tempuh kendaraan logistik, tetapi juga menjadi garansi bagi keselamatan para pengendara yang melintasi jalur menantang tersebut.

Penulis: Sukra Rahmat Putra