Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menolak Lupa: Stasiun Sejarah Kayutanam Kembali Hidup Lewat KA Lembah Anai



Padang - Di dataran tinggi Nagari Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, berdiri Stasiun Kayutanam, sebuah stasiun kelas II yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Sumatera Barat. Dibangun pada masa kolonial Belanda dan kini berstatus sebagai bangunan cagar budaya, stasiun ini tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga merepresentasikan warisan perkembangan teknologi transportasi berbasis rel di wilayah Sumatera Barat.

Pada masanya, Stasiun Kayutanam merupakan simpul utama yang menghubungkan kawasan pesisir dengan wilayah pedalaman Sumatera Barat. Dari stasiun inilah dahulu beroperasi jalur kereta api bergigi (rack railway), satu-satunya di Sumatera Barat, yang memungkinkan perjalanan kereta melintasi medan pegunungan menuju Padang Panjang. Meskipun jalur tersebut kini telah menjadi bagian dari sejarah, bangunan stasiun tetap berdiri kokoh dengan karakter arsitektur kolonial yang masih terpelihara.

Seiring perkembangan zaman, peran Stasiun Kayutanam terus bertransformasi. Setelah kembali melayani perjalanan kereta api lokal sejak tahun 2016, kini stasiun tersebut menjadi titik awal layanan KA Lembah Anai yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas di Kota Padang.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, mulai 1 Januari 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melakukan perubahan relasi KA Lembah Anai dari sebelumnya melayani rute Kayutanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Kayutanam–Padang. Perubahan tersebut merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin mudah diakses, aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau bagi masyarakat.

Selain memperluas jangkauan layanan, KAI Divre II Sumbar juga meningkatkan kapasitas angkut KA Lembah Anai. Jika sebelumnya menggunakan Railbus dengan kapasitas 78 tempat duduk, kini layanan dioperasikan menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi (K3) dengan kapasitas 192 tempat duduk. Peningkatan kapasitas tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memanfaatkan transportasi kereta api dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, bebas dari kemacetan, serta memiliki tarif yang terjangkau. Tren positif ini juga menunjukkan bahwa pengembangan layanan KA Lembah Anai mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat, baik untuk mendukung mobilitas harian, perjalanan menuju tempat kerja dan pendidikan, maupun aktivitas wisata.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, KA Lembah Anai melayani enam perjalanan setiap hari dengan jadwal sebagai berikut:

Relasi Kayutanam–Padang

- PLB B51A berangkat pukul 05.30 WIB dan tiba pukul 07.04 WIB.
* PLB B53A berangkat pukul 11.40 WIB dan tiba pukul 13.16 WIB.
* PLB B55A berangkat pukul 16.20 WIB dan tiba pukul 17.57 WIB.

Relasi Padang–Kayutanam

* PLB B52A berangkat pukul 08.35 WIB dan tiba pukul 10.10 WIB.
* PLB B54A berangkat pukul 14.10 WIB dan tiba pukul 15.45 WIB.
* PLB B56A berangkat pukul 18.55 WIB dan tiba pukul 20.30 WIB.

KAI juga menetapkan tarif yang terjangkau, yaitu Rp3.000 untuk relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, serta Rp5.000 untuk relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya. Dengan jadwal perjalanan yang teratur serta tarif yang ekonomis, KA Lembah Anai diharapkan semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari sekaligus mendorong penggunaan transportasi massal berbasis rel yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa peningkatan jumlah pelanggan merupakan indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KA Lembah Anai.

“Pertumbuhan volume pelanggan KA Lembah Anai hingga 87 persen menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya dan menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang andal. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi KAI Divre II Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga setiap perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” ujar Reza.

Menurutnya, pengembangan layanan KA Lembah Anai merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kereta api menawarkan kepastian waktu tempuh, kenyamanan selama perjalanan, serta menjadi solusi mobilitas yang bebas dari kemacetan. Kami berharap KA Lembah Anai terus menjadi pilihan masyarakat Sumatera Barat, baik untuk aktivitas sehari-hari, perjalanan menuju tempat kerja dan pendidikan, maupun sebagai sarana menikmati potensi wisata di sepanjang jalur Lembah Anai,” tambah Reza.

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan pelayanan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumatera Barat juga terus melakukan berbagai penyempurnaan, mulai dari peningkatan kebersihan, keandalan sarana, optimalisasi pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.

Melalui pengembangan layanan KA Lembah Anai, KAI tidak hanya menghadirkan moda transportasi yang modern, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, tetapi juga menghidupkan kembali peran Stasiun Kayutanam sebagai simpul mobilitas yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dari sebuah stasiun yang pernah menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian di Sumatera Barat, Stasiun Kayutanam kini kembali menjalankan perannya sebagai penghubung masyarakat dengan pusat-pusat aktivitas sekaligus mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang berkelanjutan di Sumatera Barat.