Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Direksi RS M. Djamil Tinjau Kesiapan Pasien Jelang Operasi Bedah Jantung Anak



PADANG — Menjelang digelarnya Misi Kemanusiaan Bedah Jantung Anak, jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil Padang melakukan peninjauan langsung ke ruang perawatan pasien pada Rabu (23/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan seluruh kesiapan medis pasien sebelum menjalani tindakan operasi.

Dipimpin langsung oleh Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, rombongan membesuk tiga pasien anak yang tengah dirawat di Ruang Sakura 1, Lantai III Gedung Kebidanan dan Anak.

Program pelayanan medis berskala internasional ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara RS M. Djamil bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief) dan Muslim World League (MWL).

Targetkan Lebih dari 30 Pasien Anak
Berlangsung sepanjang 24–31 Juli 2026, program kemanusiaan ini ditargetkan menangani lebih dari 30 anak penderita Congenital Heart Disease (CHD) atau kelainan jantung bawaan. Seluruh calon pasien telah melewati proses seleksi medis multidisiplin secara ketat untuk memastikan tingkat urgensi, kelayakan klinis, dan keselamatan tindakan.

"Hari ini kami melihat langsung kesiapan operasi yang dimulai besok. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar misi kemanusiaan ini berjalan lancar. Mudah-mudahan niat mulia membuka akses pelayanan bagi anak-anak ini dapat terlaksana sesuai standar pelayanan terbaik," ujar Dr. Dovy Djanas di sela-sela kunjungannya.

Ia menambahkan, kolaborasi internasional ini tak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan pasien, tetapi juga menjadi momentum emas untuk memperkuat kapasitas pelayanan bedah jantung anak di Indonesia melalui pertukaran ekspertis bersama tim medis global.

Transfer Ilmu dan Penguatan Kapasitas Lokal
Ketua Tim KSrelief RS M. Djamil, dr. Ardiansyah, Sp.BTKV, MARS, FICS, FISQua, mengungkapkan bahwa rekam jejak program inisiasi KSrelief dan MWL telah memberi dampak signifikan bagi penanganan penyakit jantung anak di tanah air.

Sebelum hadir di Padang, program serupa telah sukses dilaksanakan sebanyak:

4 kali di RSUP H. Adam Malik, Medan

3 kali di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta

1 kali di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar

"Misi ini tidak hanya berorientasi pada tindakan operasi, tetapi juga menjadi wadah transfer of knowledge, peningkatan kompetensi tenaga medis lokal, serta perluasan jejaring kolaborasi internasional yang berkelanjutan," jelas dr. Ardiansyah.

Untuk mendukung penuh kelancaran misi sepekan ini, RS M. Djamil memobilisasi tim lintas disiplin secara komprehensif—mulai dari dokter spesialis bedah toraks kardiak vaskular, kardiologi anak, anestesi, intensivis, perfusionis, perawat intensif dan kamar operasi, hingga unit penunjang seperti radiologi, laboratorium, dan rehabilitasi medis. Seluruh fasilitas ruang operasi dan ICU pun telah disiagakan sesuai standar keselamatan pasien internasional.

Harapan Baru Bagi Keluarga Pasien
Bagi para orang tua, program ini membawa angin segar dan harapan baru. Debi Nelsya, ibu dari Jenarose (4), tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Putrinya telah didiagnosis mengidap Ventricular Septal Defect (VSD) atau kebocoran sekat bilik jantung sejak lahir.

"Sejak lahir anak kami rutin kontrol sambil menunggu kesempatan untuk operasi. Alhamdulillah, akhirnya mendapat kesempatan dalam program ini. Kami berharap operasinya lancar sehingga Jenarose bisa sembuh dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya," tutur Debi haru.

Melalui sinergi lintas negara ini, Misi Kemanusiaan Bedah Jantung Anak di RS M. Djamil diharapkan dapat mengukir senyum baru bagi puluhan anak penderita kelainan jantung bawaan, sekaligus memperkokoh benteng layanan bedah jantung anak di Sumatera Barat dan Indonesia.