RS M. Djamil Bangun Sinergi Lingkungan untuk Dukung Pengembangan Masterplan
Padang - RS M. Djamil terus mematangkan rencana pengembangan masterplan rumah sakit melalui proyek Teaching Hospital Referral Upgrading and System Transformation (TRUST). Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan kawasan pelayanan kesehatan yang semakin tertata, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di masa mendatang. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah penataan lingkungan di sekitar kawasan rumah sakit.
Pada Jumat (14/8), rumah sakit Kementerian Kesehatan ini menggelar rapat koordinasi bersama Camat Padang Timur, unsur kelurahan, dan kepolisian di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara rumah sakit dan pemerintah wilayah dalam mendukung penataan kawasan yang selaras dengan rencana pengembangan masterplan RS M. Djamil.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Direktur Layanan Operasional RS M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, didampingi Manajer Tata Usaha Rumah Tangga, Katherina Welong, SKM, MARS. Pertemuan membahas berbagai aspek lingkungan di sekitar rumah sakit yang perlu menjadi perhatian bersama seiring dengan rencana pengembangan kawasan ke depan.
Pengembangan masterplan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan sarana serta prasarana di dalam kawasan rumah sakit. Sebagai salah satu fasilitas pelayanan publik dengan aktivitas yang tinggi, keberadaan rumah sakit juga memiliki keterkaitan erat dengan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, penataan kawasan membutuhkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah wilayah agar pengembangan rumah sakit dapat berjalan secara terpadu.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan pengembangan masterplan rumah sakit merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan RS M. Djamil dalam menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
“Pengembangan masterplan RS M. Djamil bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga bagaimana seluruh kawasan dapat ditata secara lebih baik dan terintegrasi sehingga mendukung peningkatan mutu pelayanan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah wilayah menjadi bagian penting dalam proses ini,” ujarnya.
Menurutnya, rumah sakit memiliki dinamika yang kompleks karena melayani masyarakat dari berbagai daerah. Tingginya mobilitas pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, maupun aktivitas pendukung pelayanan membuat penataan lingkungan sekitar rumah sakit menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pengembangan rumah sakit.
“Kami ingin memastikan pengembangan RS M. Djamil ke depan dapat berjalan seiring dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Harapannya, penataan yang dilakukan nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi rumah sakit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kawasan sekitar,” kata Dovy.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan unsur kewilayahan diperlukan agar berbagai rencana pengembangan dapat dikomunikasikan sejak awal. Dengan demikian, aspek lingkungan, aksesibilitas, mobilitas, serta kenyamanan masyarakat dapat menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan.
“RS M. Djamil merupakan bagian dari kawasan Kota Padang. Karena itu, kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk di tingkat kecamatan, agar pengembangan rumah sakit dapat terintegrasi dengan penataan wilayah,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Padang Timur, Aidil Zulhani, S.STP, menyambut baik koordinasi yang dilakukan RS M. Djamil. Menurutnya, komunikasi antara rumah sakit dan pemerintah kecamatan penting untuk menyatukan pemahaman mengenai rencana pengembangan rumah sakit sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek lingkungan di sekitar kawasan.
“Pada prinsipnya, kami menyambut baik adanya koordinasi ini. RS M. Djamil merupakan bagian penting dari wilayah Padang Timur dan memiliki aktivitas yang cukup besar. Karena itu, setiap rencana pengembangan perlu dikomunikasikan bersama agar dapat berjalan dengan baik serta tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Aidil.
Ia mengatakan, pemerintah kecamatan siap mendukung komunikasi dan koordinasi yang diperlukan dalam proses pengembangan tersebut. Sinergi sejak tahap perencanaan akan membantu menciptakan keselarasan antara kebutuhan pengembangan rumah sakit dan kondisi kawasan di sekitarnya.
“Kami berharap koordinasi ini dapat terus berlanjut. Apa yang direncanakan oleh RS M. Djamil tentu perlu kita dukung bersama dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan penataan wilayah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai hal yang berkaitan dengan lingkungan sekitar dapat kita bahas dan carikan solusinya bersama,” katanya.
Aidil juga menilai pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya karena RS M. Djamil merupakan rumah sakit rujukan yang melayani pasien tidak hanya dari Kota Padang, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan wilayah lainnya.
“Rumah sakit ini memiliki peran yang besar dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, kami melihat pengembangan kawasan rumah sakit sebagai sesuatu yang perlu didukung melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah kecamatan siap menjadi bagian dari komunikasi tersebut sehingga pengembangan dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” tukasnya.(*)
